Selasa, 12 Mei 2026

Berita Mahulu Terkini

Bappelitbangda Mahulu Targetkan Desa Maju Tercapai Menyeluruh pada Periode 2026

Bappelitbangda Mahulu menyoroti validitas data indeks desa dan menargetkan desa maju tercapai merata

Tayang:
Penulis: Desy Filana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Desy Filana
SOSIALISASI INDEKS DESA - Petinggi Kampung Lutan aktif menyampaikan aspirasi terkait isu desa dalam kegiatan Sosialisasi Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahakam Ulu pada Senin (11/5/2026). Pembahasan menyoroti validitas data desa hingga target peningkatan status desa berkembang menjadi desa maju. (TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 

Ringkasan Berita:
  • Bappelitbangda Mahulu menargetkan capaian desa maju terealisasi menyeluruh.
  • Validitas data dan keterlambatan penginputan memengaruhi status indeks desa.
  • Keterbatasan internet dan dokumen pendukung masih menjadi hambatan utama.

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Pemutakhiran indeks desa Mahakam Ulu (Mahulu) tahun 2026 menjadi perhatian serius Bappelitbangda dalam upaya meningkatkan status desa berkembang menjadi desa maju hingga desa mandiri. 

Evaluasi tersebut menyoroti berbagai persoalan mendasar, mulai dari validitas data, keterlambatan penginputan, hingga keterbatasan infrastruktur teknologi informasi di wilayah kampung.

Bappelitbangda berharap capaian desa maju dapat terealisasi secara menyeluruh pada periode saat ini, sementara target desa mandiri ditargetkan tercapai secara bertahap hingga 2030 sesuai kondisi dan kesiapan masing-masing kampung.

Harapan tersebut disampaikan dalam pembahasan Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 yang juga menyoroti berbagai persoalan mendasar terkait validitas dan keterlambatan penginputan data desa.

Saat ini tercatat terdapat 39 desa berkembang, 10 desa maju, dan 1 desa mandiri.

Baca juga: Kasus DBD Meningkat di Long Apari Mahulu, Warga Terpaksa Gunakan Air Sungai Mahakam

Namun, sejumlah desa yang sebelumnya berstatus maju justru turun menjadi berkembang akibat perubahan indikator penilaian indeks desa.

Validitas Data Jadi Sorotan

Dalam pembahasan itu terungkap banyak data yang diinput mendekati batas waktu tanpa verifikasi maksimal sehingga dinilai memengaruhi hasil klasifikasi desa.

Kaban Bappelitbangda Yohanes Andy Abeh mencontohkan adanya kepala bidang yang masuk dalam desil 1 dan 2 atau kategori masyarakat kurang mampu, padahal kondisi ekonominya dinilai tidak sesuai dengan data yang tercatat.

Menurutnya, ketidakakuratan data tersebut membuat hasil penilaian indeks desa tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Perlu melibatkan perangkat daerah-perangkat daerah yang terkait bagaimana menangani peningkatan indeks desa ini sehingga dari berkembang bisa menjadi maju paling tidak,” ujar Andy pada Senin (11/5/2026).

Baca juga: Harga Beras Medium dan Premium Menjauh dari HET, Data BPS: di Mahulu Capai 36,43 persen di Atas HET

Ia menilai kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi penting agar proses verifikasi dan pembaruan data dapat dilakukan lebih akurat dan tepat waktu.

Hambatan Infrastruktur dan Dokumen Pendukung

Persoalan lain yang ikut disoroti yakni lemahnya kesiapan dokumen pendukung seperti perencanaan, penyelesaian sengketa lahan, hingga dokumen lingkungan yang membuat sejumlah usulan pembangunan tidak memenuhi syarat.

Camat Long Apari, petinggi Long Hubung, serta Sekretaris Desa dan Petinggi Kampung Lutan juga menyampaikan kondisi riil di wilayah masing-masing, termasuk pengurangan anggaran kampung yang berdampak terhadap bantuan bagi masyarakat.

Keterbatasan jaringan internet dan sarana teknologi informasi di kampung-kampung juga dinilai masih menjadi hambatan dalam proses administrasi dan penginputan data indeks desa.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved