Selasa, 12 Mei 2026

Perampokan di Samarinda

Modus Kurir Paket Berujung Perampokan di Samarinda, Diduga Dipicu soal Utang

Korban bernama Syamsuddin (58) bersama keluarganya menjadi sasaran komplotan pelaku yang datang dengan modus berpura-pura sebagai kurir paket.

Tayang:
Grafis Tribun Kaltim/Canva
PERAMPOKAN DI SAMARINDA - Ilustrasi perampokan dengan memegang pistol. Viral perampokan berkedok kurir paket di Samarinda, motifnya diduga soal utang piutang 

Ringkasan Berita:
  • Aksi perampokan terjadi di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Jumat (1/5/2026) sore saat korban Syamsuddin sedang salat Ashar
  • Pelaku menyamar sebagai kurir paket lalu menyekap korban dan anaknya menggunakan lakban
  • Komplotan pelaku menodongkan benda menyerupai pistol, mengancam korban dengan badik, bahkan menembakkan airsoft gun ke plafon rumah

TRIBUNKALTIM.CO - Suasana tenang di kawasan Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur mendadak berubah mencekam pada Jumat (1/5/2026) sore.

Di saat sebagian warga tengah menjalankan aktivitas menjelang petang, sebuah aksi perampokan bersenjata terjadi di salah satu rumah warga sekitar pukul 15.30 WITA.

Korban bernama Syamsuddin (58) bersama keluarganya menjadi sasaran komplotan pelaku yang datang dengan modus berpura-pura sebagai kurir paket.

Peristiwa itu tidak hanya membuat korban kehilangan uang dan barang berharga, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam lantaran para pelaku bertindak brutal dengan menyekap korban beserta anaknya menggunakan lakban.

Baca juga: 8 Fakta Perampokan Bermodus Kurir Paket di Samarinda, Pelaku Sempat Tembak Plafon, 4 Orang Tersangka

Kasus ini kemudian menjadi perhatian publik setelah polisi berhasil membongkar aksi para pelaku dan menangkap empat orang tersangka dalam waktu singkat.

Modus Kurir Paket untuk Kelabui Korban

Kapolsek Samarinda Seberang, AKP Achmad Baihaki, menjelaskan bahwa aksi perampokan tersebut sudah direncanakan dengan cukup matang. Para pelaku datang ke rumah korban dengan membagi peran masing-masing.

Salah seorang pelaku berinisial RD (42) berperan sebagai kurir paket untuk memancing penghuni rumah keluar.

“Saat anak korban keluar untuk mengambil paket, pelaku langsung menodongkan senjata menyerupai pistol,” terang AKP Achmad Baihaki saat rilis kasus di Markas Polsek Samarinda Seberang, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Senin (11/5/2026).

Dalam rilis tersebut, Kapolsek didampingi sejumlah jajaran kepolisian mulai dari perwira Polresta Samarinda, Kasat Reskrim, Kasi Humas hingga Kanit Pamapta.

Setelah berhasil menguasai situasi di depan rumah, pelaku langsung menyeret anak korban masuk ke dalam rumah. Dalam kondisi panik dan tidak berdaya, korban kemudian dilakban pada bagian tangan, kaki, hingga mulut agar tidak bisa berteriak meminta pertolongan.

Lakban sendiri merupakan perekat kuat berbahan plastik atau kain yang biasa digunakan untuk membungkus barang. Dalam kasus kriminal, lakban sering digunakan pelaku untuk membatasi gerak korban.

Korban Sedang Salat Ashar

Di dalam rumah, Syamsuddin yang baru menyelesaikan ibadah salat Ashar awalnya tidak menyadari rumahnya sedang disusupi perampok. Ia sempat mengira pria-pria bertopeng yang masuk ke rumah merupakan teman anaknya yang sedang bercanda.

Namun situasi berubah drastis ketika salah seorang pelaku mendekat sambil mengacungkan badik ke arah leher korban.

“Korban diancam jangan bergerak, kemudian tangan dan mulutnya langsung dilakban,” tambah AKP Baihaki.

Badik merupakan senjata tajam tradisional khas Sulawesi yang memiliki bentuk ramping dan runcing. Dalam kasus kriminal, senjata ini sering digunakan untuk mengintimidasi korban.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved