Rabu, 20 Mei 2026

Demo Kaltim 21 April

Hadapi Rencana Demo 21 Mei 2026 di Samarinda, Satpol PP Kerahkan 195 Personel

Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) dipastikan turun ke jalan untuk menuntut Hak Angket terkait sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
DEMO KALTIM - Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim. Beliau menjelaskan terkait persiapan jelang aksi 215 saat ditemui Tribunkaltim.co di Kantor Gubernur Kaltim, pada Selasa (19/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Ibu Kota Kalimantan Timur (Kaltim), Kota Samarinda, diprediksi akan kembali "dikepung" gelombang massa pada Kamis, 21 Mei 2026 mendatang.

Ribuan orang yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) dipastikan turun ke jalan untuk menuntut Hak Angket terkait sejumlah kebijakan Pemprov Kaltim yang dinilai kontroversial.

Menanggapi potensi demo massa tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltim langsung mengambil langkah cepat. 

Tak tanggung-tanggung, ratusan personil dikerahkan untuk menjaga objek vital negara.

Baca juga: Bea Cukai Samarinda Musnahkan 1,9 Juta Batang Rokok Ilegal dan 2.160 Liter Miras

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan. 

Setidaknya ada sekitar 195 personel yang disiagakan penuh.

"Kurang lebih 185 sampai 195 personel kita turunkan. Tugas utama kita adalah pengamanan aset, dan Kantor Gubernur adalah aset wajib yang harus dijaga ketat," ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Selasa (19/5/2026) di sela agendanya.

Edwin mengaku telah mengantongi informasi bahwa jumlah massa yang akan merapat ke Jalan Gajah Mada (titik Kantor Gubernur) mencapai angka ribuan.

"Input yang saya terima dari berbagai media, estimasi massa di atas 2.000 orang. Kami silahkan sampaikan aspirasi, tapi tolong jaga ketertiban. Jangan sampai mengganggu kenyamanan warga lainnya," imbuhnya.

Aksi besar-besaran ini bukan tanpa sebab, gejolak di masyarakat memuncak dipicu oleh beberapa poin anggaran yang dinilai melukai hati rakyat.

Diantaranya pengadaan mobil dinas Rp8,5 miliar, hingga renovasi rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur yang disebut menelan dana hingga Rp 25 miliar.

Koordinator Lapangan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK), Erly Sopiansyah menyebut persiapan mereka sudah mencapai titik maksimal.

"Sampai H-2 ini, konsolidasi terus matang, kami sudah buka 6 sampai 8 posko pergerakan, baik di Samarinda maupun luar kota," terangnya.

Erly mengklaim hingga saat ini sudah ada sekitar 102 organisasi yang merapatkan barisan. 

Jika sebelumnya diprediksi 2.000 orang, Erly menyebut angka itu kini melonjak drastis.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved