Hak Angket DPRD Kaltim
3 Alasan Pendemo Kepung Markas 7 Parpol di Samarinda, Buntut Hak Angket DPRD Pasca-demo 21 April
Massa bergerak serentak untuk menagih komitmen nyata para wakil rakyat di Karang Paci (DPRD Kaltim) terkait rencana guliran Hak Angket
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Eskalasi gerakan sipil di Kalimantan Timur kembali memanas. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim menggelar aksi konvoi besar-besaran dengan mengepung tujuh kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD/DPW) partai politik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (20/5/2026) sore.
Pantauan TribunKaltim.co, aksi maraton keliling kota ini merupakan gerakan lanjutan pasca-demo besar pada 21 April lalu.
Massa bergerak serentak untuk menagih komitmen nyata para wakil rakyat di Karang Paci (DPRD Kaltim) terkait rencana guliran Hak Angket.
Baca juga: Kemendagri Beri Lampu Hijau, Usulan Hak Angket DPRD Kaltim Segera Masuk Rapat Banmus
Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bella Monica, menegaskan kepada TribunKaltim.co, ada 3 Alasan Utama mengapa gerakan sipil ini memilih mengepung markas-markas partai politik di Samarinda:
1. Menagih Komitmen dan "Janji Manis" Hak Angket DPRD
Alasan paling mendasar dari aksi ini adalah menuntut ketegasan sikap dari setiap fraksi partai politik di DPRD Kaltim.
Aliansi ingin memastikan bahwa suara parpol di tingkat daerah tetap linear dengan tuntutan rakyat dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan melalui Hak Angket, tanpa ada yang balik arah di tengah jalan.
2. Memperlihatkan Ketegasan Rakyat Secara Langsung ke Parpol
Aliansi menilai unjuk rasa di gedung pemerintahan saja tidak cukup. Dengan mendatangi langsung markas fisik masing-masing parpol, rakyat ingin memberikan sinyal peringatan keras kepada elit partai.
"Aksi keliling ini untuk menyatakan dan memperlihatkan kepada Pemprov maupun legislatif Kaltim bahwa kami benar-benar serius terkait pengawalan Hak Angket ini," tegas Bella Monica.
3. Merawat Momentum Gerakan Pasca-Demo 21 April
Aksi ini merupakan bentuk perlawanan yang konsisten dan terukur.
Aliansi tidak ingin tuntutan yang telah disuarakan pada gelombang demonstrasi 21 April lalu menguap begitu saja atau "dipetieskan" oleh konstelasi politik lokal.
Konvoi ini menjadi bukti bahwa energi gerakan sipil di Kalimantan Timur masih menyala demi mengawal fungsi pengawasan DPRD.
Kronologi Konvoi Maraton 7 Parpol
Bergerak dari titik start di GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul), massa aksi langsung menuju titik pertama, yaitu Kantor DPW PKS Kaltim di Jalan M. Yamin, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260519_Hak-Angket-DPRD-Kalimantan-Timur-2026.jpg)