Rabu, 20 Mei 2026

Hak Angket DPRD Kaltim

3 Alasan Pendemo Kepung Markas 7 Parpol di Samarinda, Buntut Hak Angket DPRD Pasca-demo 21 April

Massa bergerak serentak untuk menagih komitmen nyata para wakil rakyat di Karang Paci (DPRD Kaltim) terkait rencana guliran Hak Angket

Tayang:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG
DEMO HAK ANGKET - Aliansi Rakyat Kaltim menggelar aksi konvoi besar-besaran dengan mendatangi sejumlah kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) partai politik di Kota Samarinda untuk mengawal usulan hak angket DPRD Kaltim. Demo di markas partai politik DPD Kalimantan Timur, Rabu (19/5/2026). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Eskalasi gerakan sipil di Kalimantan Timur kembali memanas. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim menggelar aksi konvoi besar-besaran dengan mengepung tujuh kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD/DPW) partai politik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu (20/5/2026) sore.

Pantauan TribunKaltim.co, aksi maraton keliling kota ini merupakan gerakan lanjutan pasca-demo besar pada 21 April lalu. 

Massa bergerak serentak untuk menagih komitmen nyata para wakil rakyat di Karang Paci (DPRD Kaltim) terkait rencana guliran Hak Angket.

Baca juga: Kemendagri Beri Lampu Hijau, Usulan Hak Angket DPRD Kaltim Segera Masuk Rapat Banmus

Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bella Monica, menegaskan kepada TribunKaltim.co, ada 3 Alasan Utama mengapa gerakan sipil ini memilih mengepung markas-markas partai politik di Samarinda:

1. Menagih Komitmen dan "Janji Manis" Hak Angket DPRD

Alasan paling mendasar dari aksi ini adalah menuntut ketegasan sikap dari setiap fraksi partai politik di DPRD Kaltim.

Aliansi ingin memastikan bahwa suara parpol di tingkat daerah tetap linear dengan tuntutan rakyat dalam memperjuangkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan melalui Hak Angket, tanpa ada yang balik arah di tengah jalan.

2. Memperlihatkan Ketegasan Rakyat Secara Langsung ke Parpol

Aliansi menilai unjuk rasa di gedung pemerintahan saja tidak cukup. Dengan mendatangi langsung markas fisik masing-masing parpol, rakyat ingin memberikan sinyal peringatan keras kepada elit partai.

"Aksi keliling ini untuk menyatakan dan memperlihatkan kepada Pemprov maupun legislatif Kaltim bahwa kami benar-benar serius terkait pengawalan Hak Angket ini," tegas Bella Monica.

3. Merawat Momentum Gerakan Pasca-Demo 21 April

Aksi ini merupakan bentuk perlawanan yang konsisten dan terukur.

Aliansi tidak ingin tuntutan yang telah disuarakan pada gelombang demonstrasi 21 April lalu menguap begitu saja atau "dipetieskan" oleh konstelasi politik lokal. 

Konvoi ini menjadi bukti bahwa energi gerakan sipil di Kalimantan Timur masih menyala demi mengawal fungsi pengawasan DPRD.

HAK ANGKET DPRD – Ilustrasi Rapat paripurna. DPRD Kaltim. Surat terkait rapat maraton Pimpinan dewan dan Ketua Fraksi di Jakarta konsultasi ke Kemendagri terkait hak angket direspons Akademisi Unmul, Herdiansyah Hamzah dan politisi PDI Perjuangan, Didik Agung Eko Wahono yang juga anggota DPRD Kaltim. 
HAK ANGKET DPRD – Ilustrasi Rapat paripurna. DPRD Kaltim. Surat terkait rapat maraton Pimpinan dewan dan Ketua Fraksi di Jakarta konsultasi ke Kemendagri terkait hak angket direspons Akademisi Unmul, Herdiansyah Hamzah dan politisi PDI Perjuangan, Didik Agung Eko Wahono yang juga anggota DPRD Kaltim.  (TRIBUNKALTIM.CO)

Kronologi Konvoi Maraton 7 Parpol

Bergerak dari titik start di GOR 27 September Universitas Mulawarman (Unmul), massa aksi langsung menuju titik pertama, yaitu Kantor DPW PKS Kaltim di Jalan M. Yamin, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved