Sabtu, 30 Mei 2026

Banjir di Kutai Barat

Debit Air Mahakam Terus Naik, BPBD Kubar: Ribuan Warga Terdampak Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar mencatat ribuan warga terdampak dan tinggi muka air di beberapa kawasan

Tayang:
Penulis: Febriawan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
MUSIBAH BANJIR - Kondisi banjir yang merendam kawasan permukiman warga di Kabupaten Kutai Barat, Jumat (22/5/2026). Debit air Sungai Mahakam yang terus meningkat menyebabkan sejumlah wilayah. banjir dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter. (TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Hingga hari ini  Jumat (22/5/2026), banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus meluas akibat meningkatnya debit air Sungai Mahakam.

Hingga Jumat (22/5/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar mencatat ribuan warga terdampak dan tinggi muka air di beberapa kawasan masih terus mengalami kenaikan.

Kepala BPBD Kubar, Yudianto Rihartono, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan kaji cepat di sejumlah wilayah terdampak banjir.

Baca juga: Kejari Kubar Klarifikasi Proses Eksekusi Terpidana Kasus Tambang, Tegaskan Putusan Sudah Inkrah

“Debit air di beberapa kecamatan masih mengalami kenaikan. Kami terus melakukan pemantauan, pendataan serta menyiapkan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak,” ujar Yudianto Rihartono, Jumat (22/5/2026).

Berdasarkan laporan BPBD Kubar, wilayah terdampak banjir meliputi Kecamatan Barong Tongkok, Melak, Muara Pahu, Tering hingga Mook Manaar Bulatn.

Di Kampung Gemuhan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, tinggi muka air (TMA) dilaporkan berkisar antara 35 hingga 50 sentimeter pada pukul 08.15 WITA.

Sebanyak 40 rumah terdampak di dua RT dengan total 56 kepala keluarga atau 154 jiwa.
Sementara di Kecamatan Melak, banjir juga semakin meluas.

Di Kelurahan Melak Ulu, RT 07 tercatat sebanyak 56 rumah terdampak dengan 59 KK atau sekitar 200 jiwa. Tinggi muka air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai kurang dari 150 sentimeter.

Kemudian di RT 01 Melak Ulu, sebanyak 25 rumah terdampak dengan 30 KK atau sekitar 100 jiwa, dengan TMA berkisar di bawah 45 sentimeter.

Kondisi cukup parah terjadi di Kelurahan Melak Ilir. Sebanyak 129 rumah terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 50 hingga 180 sentimeter.

Selain permukiman warga, empat masjid dan musholla juga turut terdampak genangan banjir. Dari total 15 RT di Kelurahan Melak Ilir, hanya RT 07 yang masih terpantau aman.

Di Kecamatan Muara Pahu, banjir mulai menggenangi sejumlah kawasan permukiman di bantaran Sungai Kedang Pahu dan Sungai Mahakam.

“Tinggi muka air di wilayah Muara Pahu berkisar 10 sampai 100 sentimeter. Beberapa akses jalan juga mulai terendam,” jelas Yudianto.

Akses jalan menuju Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muara Pahu yang berada di jalur penghubung Kampung Muara Baroh, Kampung Tepian Ulaq hingga Kecamatan Penyinggahan turut terdampak.

Genangan di atas badan jalan dilaporkan mencapai 20 hingga 100 sentimeter dengan panjang ruas jalan terendam sekitar 700 meter.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved