Berita Samarinda Terkini
Samarinda Siaga Begal, Polisi Maksimalkan Patroli dan Pengawasan CCTV 24 Jam
Polresta Samarinda memperketat patroli dan pengawasan CCTV usai instruksi Kapolri memberantas begal
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menindaklanjuti instruksi langsung dari Kapolri untuk memberantas aksi kejahatan jalanan alias begal yang menjadi perhatian nasional, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda memastikan akan memperketat pengawasan dan meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik rawan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keselamatan warga dan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Samarinda tetap kondusif.
Polisi Siapkan Strategi Pengamanan Maksimal
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Ipda Arie Soeharyadi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi komprehensif yang memadukan langkah preventif (pencegahan) dan penindakan tegas di lapangan.
“Untuk Samarinda sendiri terkait hal itu memang ini ada perintah langsung dari Pak Kapolri untuk memberantas aksi begal yang mana memang aksi begal ini sangat meresahkan dan mengancam nyawa,” ujarnya.
Ia bilang, patroli yang digalakkan kali ini bukan sekadar rutinitas biasa. Polresta Samarinda bersama seluruh polsek jajaran akan menerapkan pola pengamanan maksimal, khususnya pada jam-jam krusial dan kawasan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi tindak kriminal.
Baca juga: Masjid Raya Darussalam Samarinda Jadi Titipan Sapi Kurban Pejabat, 2.000 Warga Jadi Sasaran Penerima
Selain kehadiran fisik personel di lapangan, optimalisasi teknologi juga menjadi pilar utama.
Jajaran kepolisian memaksimalkan pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi langsung dengan Command Center Polresta Samarinda.
Pengawasan digital ini dilakukan secara nonstop selama 24 jam penuh oleh petugas piket guna mendeteksi potensi kriminalitas secara cepat.
Polisi Tegaskan Tindak Tegas Pelaku Begal
Jika ditemukan adanya tindakan pembegalan, Satreskrim Polresta Samarinda bersama polsek jajaran dipastikan tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku.
Meski pengamanan ditingkatkan secara masif, Ipda Arie meluruskan bahwa hingga saat ini Kota Samarinda belum masuk dalam kategori daerah rawan pembegalan seperti beberapa wilayah lain di Indonesia.
Baca juga: Sapi Bantuan Presiden Prabowo untuk Samarinda Bernama “Miliar” Diserahkan ke Masjid Raya Darussalam
Langkah memperketat penjagaan ini murni merupakan bentuk antisipasi dini.
Pihak kepolisian juga menanggapi isu yang sedang viral di media sosial mengenai modus baru pembegalan menggunakan kain pocong untuk menakut-nakuti korban.
Dirinya memastikan bahwa modus tersebut sama sekali belum ditemukan di wilayah hukum Kota Samarinda.
“Alhamdulillah untuk Samarinda masih dalam situasi kondusif. Modus-modus pocong ini belum ditemukan di wilayah Samarinda,” jelasnya.
| Inilah 3 Kecamatan di Samarinda yang Resmi Masuk Zona Merah Narkoba |
|
|---|
| Tersebar pada 8 Titik, Jembatan Beton Garuda Bantuan Presiden Prabowo Resmi Beroperasi di Samarinda |
|
|---|
| Polisi Tetapkan Tiga Zona Merah Narkoba di Samarinda, Penggerebekan Terus Digencarkan |
|
|---|
| Samarinda Raih WTP yang ke-12, Andi Harun: Bukan untuk Euforia, tapi Momentum Perkuat Akuntabilitas |
|
|---|
| Waspada Crime of Opportunity di Samarinda, Curanmor Kunci Menempel pada Stang Dijerat KUHP Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260526_Kasi-Humas-Polresta-Samarinda-Ipda-Arie-Soeharyadi.jpg)