Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Anjungan Penajam Bakal Ditata, Pemkab PPU Mulai Data Warga dan Tempat Usaha Terdampak

Rencana penataan kawasan Anjungan Penajam mulai bergerak ke tahap yang lebih serius

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Nita Rahayu
PENATAAN -  Kawasan Pelabuhan Klotok Penajam,  Jumat (29/5/2026). Kawasan pesisir atau anjungan Penajam akan ditata Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM — Rencana penataan kawasan Anjungan Penajam mulai bergerak ke tahap yang lebih serius.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mulai memetakan warga, lahan hingga aktivitas usaha yang berpotensi terdampak relokasi pelabuhan speedboat dan klotok di kawasan pesisir tersebut.

Pembahasan itu mengemuka dalam rapat Tim Koordinasi Percepatan Penataan Kawasan Anjungan Penajam yang dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin.

Penataan kawasan ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik pelabuhan, tetapi juga perubahan wajah pesisir Penajam, yang selama ini dinilai belum tertata maksimal.

Kawasan tersebut nantinya diproyeksikan berkembang menjadi pusat bisnis, jasa, permukiman, hingga layanan pelabuhan.

Baca juga: Catatan Polda Kaltim, Pelabuhan Klotok dan Feri Kariangau jadi Titik Terpadat Mudik 2026

Namun sebelum rencana itu berjalan lebih jauh, pemerintah daerah memilih fokus lebih dulu pada kondisi masyarakat, yang berada di sekitar lokasi penataan.

“Jangan memaksa. Di masyarakat pasti ada yang setuju dan ada yang belum setuju. Karena itu pendekatannya harus baik,” ungkapnya Jumat (29/5/2026).

Ia meminta camat, lurah, hingga ketua RT aktif turun ke lapangan, untuk mendata kondisi warga secara rinci.

Mulai dari status lahan, jumlah kepala keluarga, hingga jenis usaha yang selama ini berjalan di kawasan pesisir Anjungan Penajam.

Menurut Waris, data itu penting agar pemerintah tidak salah langkah saat memasuki tahapan penataan berikutnya.

Ia juga menegaskan pemerintah belum akan mengambil kesimpulan, sebelum seluruh aspirasi masyarakat dihimpun.

“Biarkan masyarakat menyampaikan dulu. Setelah itu baru pemerintah menjelaskan dan menunjukkan rencana penanganannya. Yang penting ada titik temu,” ujarnya.

Selain relokasi pelabuhan speedboat dan klotok, rapat juga membahas potensi pengembangan kawasan Penajam dan Nenang,sebagai pusat pertumbuhan baru.

Pemerintah daerah menilai kawasan pesisir memiliki peluang besar, jika ditata lebih rapi dan terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU Hadi Saputro mengatakan, selama ini kawasan pesisir masih dipandang sebagai bagian belakang kota.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved