Berita Samarinda Terkini
Lapas Narkotika Samarinda Kejar Pembangunan Dapur SPPG di Penjara
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda kini terus bergerak cepat dengan merealisasikan pembangunan dapur SPPG
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Rencana Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) untuk mengelola 70 lokasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional terus bergulir di tengah diskusi hangat publik terkait tata kelolanya.
Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda kini terus bergerak cepat dengan merealisasikan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Lapas yang terletak di Jalan Bayur, Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara ini berkomitmen penuh dalam menyukseskan program strategis tersebut demi memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, mengungkapkan bahwa saat ini proses pembangunan fisik gedung dapur SPPG di lingkungan Lapas telah menunjukkan progres yang signifikan.
"Pembangunan dapur SPPG di lingkungan Lapas Narkotika Samarinda saat ini telah mencapai 50 persen, yaitu dalam proses pengecoran lantai bangunan. Lokasinya berada di luar area blok hunian namun masih dalam satu kawasan Lapas," katanya.
Baca juga: BGN: Tujuan Utama Program MBG untuk Ibu Hamil-Menyusui dan Balita, Baru Siswa Sekolah
Ia menjelaskan, untuk memastikan operasional berjalan optimal dan akuntabel, Lapas Narkotika Samarinda resmi menjalin kemitraan dengan Yayasan Peduli Anak Sehat (ID SPPG: GOTMLNWI).
Kerja sama ini diperkuat dengan penandatanganan Surat Pernyataan Komitmen oleh kedua belah pihak.
Dirinya juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan di atas koridor aturan yang ketat.
"Pembangunan dapur SPPG ini telah sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) demi memenuhi standar yang ditentukan oleh BGN. Kami juga berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu sesuai target di portal resmi mitra.bgn.go.id," ujarnya.
Salah satu poin menarik dari pengelolaan dapur MBG di Lapas ini adalah keterlibatan aktif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Keterlibatan mereka dikemas dalam program Pembinaan Kemandirian.
Ia bilang, saat fase konstruksi saat ini saja, Lapas telah melibatkan para narapidana yang memiliki keterampilan pertukangan, dibantu oleh tenaga ahli eksternal serta diawasi ketat oleh petugas Lapas.
Tidak sekadar bekerja, para napi tersebut juga mendapatkan haknya secara profesional.
"WBP yang terlibat dalam pembangunan fisik diberikan upah harian. Sementara nanti, saat dapur sudah beroperasi, WBP yang memiliki keahlian memasak dan pengemasan akan dilibatkan dalam pengelolaan dan berhak menerima premi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.
Sebelum diterjunkan ke dapur, para warga binaan ini dipastikan akan menerima pelatihan khusus terlebih dahulu sesuai bidang tugas masing-masing.
Masalah keamanan dan pengawasan tetap menjadi prioritas utama. Selama masa pembangunan, para napi disini, didampingi oleh dua orang pegawai sebagai pengawal dan satu orang perwira sebagai pengawas yang terjadwal.
| 6 Santunan Korban Kecelakaan dari Jasa Raharja, Warga Samarinda Wajib Tahu Cara Klaimnya |
|
|---|
| Buruh di Samarinda Gelapkan Motor Senilai Rp32 Juta, Modus Pinjam untuk Konsumen |
|
|---|
| Minimalisir Kecelakaan Malam Hari, BBPJN Kaltim Kebut Pengecatan Median Jalan Nasional di Samarinda |
|
|---|
| Kemendikdasmen Beri Lampu Hijau, 7 Sekolah Samarinda Masuk Program Revitalisasi |
|
|---|
| Lapas Narkotika Samarinda Perketat Pintu Utama Pakai 2 Cara agar Barang Haram tak Bisa Masuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260601-Dapur-MBG-di-Lapas.jpg)