Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila, DPMD Paser Dorong Desa Mandiri Berbasis Gotong Royong
DPMD Paser menegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- DPMD Paser menilai sila Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial sangat relevan dalam pembangunan desa.
- Gotong royong, inovasi lokal, dan inklusi sosial menjadi fokus utama pemberdayaan masyarakat desa.
- Desa didorong tidak hanya bergantung pada Dana Desa, tetapi mengembangkan potensi lokal secara mandiri.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Kasrani Latief, menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat desa.
Ditekankan bahwa sila ke-3, yaitu Persatuan Indonesia, dan sila ke-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dinilai sangat relevan dengan kerja-kerja pemberdayaan desa.
Kedua sila tersebut dianggap menjadi landasan moral sekaligus arah kebijakan dalam membangun masyarakat desa yang mandiri dan berkeadilan.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan warga, dan membuka peluang ekonomi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gotong Royong Jadi Ruh Pembangunan
Menurutnya, ada tiga poin utama yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan desa, yakni gotong royong sebagai ruh pembangunan, desa mandiri melalui inovasi lokal, serta inklusi dan keadilan sosial.
Baca juga: Jelang Porprov Kaltim 2026, PTMSI Paser Datangkan Atlet Jakarta untuk Uji Kekuatan Atlet Tenis Meja
"Gotong royong adalah inti pembangunan desa. Tanpa itu, sulit membangun kebersamaan dan kemandirian," terang Kasrani, Senin (1/6/2026).
Untuk itu, ia mengajak seluruh pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menghidupkan kembali semangat gotong royong.
"Program padat karya tunai, bank sampah desa, dan lumbung pangan komunitas sebagai wujud nyata implementasi Pancasila dalam aksi," tambahnya.
Menurut Kasrani, semangat gotong royong tidak hanya memperkuat hubungan sosial antarwarga, tetapi juga menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan desa secara berkelanjutan.
Desa Didorong Kembangkan Potensi Lokal
DPMD Paser juga turut mendorong desa agar tidak hanya bergantung pada Dana Desa (DD), melainkan dapat melihat peluang dalam mengembangkan potensi lokal.
Baca juga: Suntik Dana Rp25 Miliar, Pemkab Paser Bangun Wisma Atlet 4 Lantai untuk Porprov Kaltim 2026
"Pancasila mengajarkan kita berdikari. Maka mari kita bersama memunculkan potensi-potensi lokal di setiap desa," ajaknya.
Ia menilai setiap desa memiliki keunggulan dan sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, baik di sektor pertanian, perikanan, kerajinan, pariwisata, maupun usaha berbasis komunitas.
Dengan optimalisasi potensi lokal, desa diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keadilan Sosial Harus Menyentuh Semua Warga
| Hari Lahir Pancasila, DPRD Balikpapan Budiono Soroti Keadilan Sosial dan Kesenjangan Ekonomi |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila, DPRD Mahulu Tegaskan APBD Harus Berpihak pada Masyarakat |
|
|---|
| Alasan Jokowi dan SBY Tak Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta |
|
|---|
| Presiden Prabowo Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata Dirasakan Seluruh Rakyat |
|
|---|
| Presiden Prabowo: Sesungguhnya Tidak Ada Bangsa Lain yang Akan Kasihan Sama Kita Kalau Rakyat Lapar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260601_Hari-Lahir-Pancasila-Upcara.jpg)