Senin, 8 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Pasar Pagi Samarinda Masih Sepi Pembeli, Pemkot Evaluasi Sistem Parkir dan Pedagang

Pasar Pagi Samarinda masih sepi pembeli. Pemkot menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan jumlah pengunjung

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Raynaldi Paskalis
SEPI PEMBELI PASAR - Kondisi Pasar Pagi yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (6/6/2026). Pemerintah Kota Samarinda tengah mengevaluasi sejumlah faktor, termasuk sistem parkir dan strategi pengelolaan pedagang, guna meningkatkan jumlah pengunjung pasar. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Samarinda mengevaluasi sistem parkir dan tingkat keterisian lapak di Pasar Pagi.
  • Menurunnya daya beli masyarakat disebut menjadi salah satu penyebab sepinya pasar.
  • Pedagang didorong lebih kreatif agar mampu bersaing dengan tren belanja daring.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih kurangnya pembeli di Pasar Pagi terus menjadi perhatian oleh Pemerintah Kota Samarinda.

Pasar yang berdiri megah di jantung kota, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota, itu memiliki delapan lantai termasuk rooftop.

Namun sejak mulai beroperasi, antusiasme masyarakat untuk berbelanja di sana dinilai masih jauh dari harapan.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebut bahwa pihaknya tengah menelisik berbagai strategi untuk mendongkrak jumlah pengunjung.

Salah satu yang menjadi perhatian awal adalah sistem perparkiran yang dianggap perlu dikaji ulang.

Baca juga: DPRD Samarinda Minta Masyarakat Bijak Pilih Informasi dari Medsos yang Belum Terverifikasi

"Ini sedang kita evaluasi terus. Pertama mungkin kita akan evaluasi juga nanti sistem parkirannya, sekarang kan sistemnya progresif itu," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Sistem Parkir dan Keterisian Lapak Jadi Sorotan

Selain soal parkir, Marnabas menjelaskan bahwa sebagian pedagang juga belum sepenuhnya menempati lapak yang tersedia. Dinas Perdagangan pun telah mendapat instruksi untuk menangani hal tersebut.

Menurutnya, optimalisasi keterisian kios dan lapak menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan suasana pasar yang lebih hidup dan menarik bagi masyarakat.

Ia juga menuturkan, persoalan sepi pengunjung bukan hanya dialami Pasar Pagi. Pasar Segiri, Pasar Sungai Dama, hingga Pasar Merdeka mengalami nasib serupa.

Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan yang dihadapi pasar tradisional di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.

Baca juga: Gerindra Resmi Bulat Dukung Helmi Abdullah Maju Jadi Calon Walikota Samarinda di Pilwali 2030 

Daya Beli Menurun dan Belanja Online

Menurunnya daya beli masyarakat disebut menjadi salah satu akar masalahnya, dan pemerintah merasa perlu turun tangan mencari cara agar warga kembali mau berbelanja di pasar tradisional.

Marnabas juga menyinggung soal maraknya belanja daring yang kian menggerus pasar konvensional, namun ia enggan menjadikannya sebagai kambing hitam.

"Jadi memang ada beberapa faktor sih juga, orang online juga masif, kita gak bisa salahkan. Harusnya kita bisa bersaing," tegasnya.

Perkembangan teknologi dan kemudahan transaksi digital memang telah mengubah perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat kini memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus datang langsung ke pusat perbelanjaan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved