Senin, 8 Juni 2026

Berita Bontang Terkini

Informasi Tsunami Beredar di Medsos, BPBD Bontang Minta Warga Tak Panik

Informasi mengenai potensi tsunami pascagempa yang mengguncang wilayah Filipina waktu setempat membuat warga Kota Bontang khawatir

Tayang:
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
JANGAN PANIK -  Tangkapan layar peringatan tsunami yang menyebar di media sosial dan grup WhatsApp warga di Kota Bontang, Senin (9/6/2026).  Informasi mengenai potensi tsunami pascagempa yang mengguncang wilayah Filipina waktu setempat membuat warga Kota Bontang khawatir. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Informasi mengenai potensi tsunami pascagempa yang mengguncang wilayah Filipina waktu setempat membuat warga Kota Bontang khawatir, Senin (8/6/2026).

Kecemasan itu muncul setelah berbagai pesan berantai dan unggahan di media sosial dan WhatsApp grup warga, menyebut sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, termasuk Bontang, berpotensi terdampak tsunami.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat. Sejumlah warga bahkan langsung menghubungi keluarga dan kerabat untuk memastikan kondisi mereka setelah menerima kabar tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang memastikan informasi yang menyebut Bontang berpotensi terdampak tsunami tidak benar.

Kepala BPBD Bontang, Usman, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak gempa terjadi.

Baca juga: 20 Gempa Susulan di Sulawesi Utara Usai Gempa Magnitudo 7.7 di Filipina, BMKG: 13 Lokasi Terdampak

"Kondisi kita aman," ujar Usman saat dikonfirmasi Tribunkaltim.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu panik dan diminta tetap mengikuti perkembangan informasi dari kanal resmi pemerintah.

Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

Ditambahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, mengatakan arus informasi yang tidak jelas kerap memicu kepanikan di tengah masyarakat.

Karena itu, warga diminta memastikan setiap informasi kebencanaan berasal dari lembaga yang memiliki kewenangan, seperti BMKG maupun BPBD.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mudah panik. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi seperti BMKG atau BPBD," kata Ismail.

Meski gempa yang terjadi di Filipina sempat memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah. Namun hingga kini tidak ada informasi resmi yang menyatakan Kota Bontang masuk dalam daerah yang terdampak.

Baca juga: Update Gempa Filipina Hari Ini 8 Juni 2026: Perbandingan dengan Gempa Bumi Palu 2018 dan Aceh 2004

Ia juga memastikan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved