Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Melonjak, SPBU di Samarinda Diserbu Antrean Migrasi ke Pertalite
Angka ini melonjak tajam sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.300
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax RON 92 memicu dampak instan di lapangan.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mulai diserbu pengendara yang melakukan migrasi massal dari Pertamax ke Pertalite, mengakibatkan antrean kendaraan mengular panjang.
Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax kini melambung menjadi Rp16.250 per liter.
Angka ini melonjak tajam sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.300 per liter.
Baca juga: Dampak Kenaikan BBM Pertamax, UMKM Balikpapan Berjuang Pertahankan Harga Jual via Gas Subsidi
Selain Pertamax, jenis Pertamax Green 95 juga ikut merangkak naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Sementara itu, hanya Pertamax Turbo yang posisinya tidak bergeser, tetap bertahan di angka Rp20.750 per liter.
Kenaikan yang mendekati angka Rp4.000 per liter ini mencekik para pengguna setia Pertamax.
Dari pantauan TribunKaltim.co di SPBU Jalan Slamet Riyadi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular demi mendapatkan Pertalite yang harganya jauh lebih murah.
Bambang, seorang warga Jalan Slamet Riyadi yang terjebak di tengah antrean, meluapkan kekesalannya saat ditemui TribunKaltim.
Ia yang biasanya rutin mengisi motornya dengan Pertamax, kini terpaksa mengantre Pertalite karena faktor ekonomi.
"Pusing saya begini, Mas. Baik motor saya isi dengan air saja karena Pertamax mahal betul. Naiknya Rp4.000 lebih. Sebenarnya saya khawatir kalau motor diisi Pertalite karena maunya pakai Pertamax supaya motor ringan dan enak tarikannya. Tapi karena mahal, ya mau tidak mau," ungkapnya.
Bambang juga mengkhawatirkan efek domino dari kenaikan BBM non-subsidi ini terhadap harga kebutuhan pokok lainnya yang sudah mulai merangkak naik di pasaran.
Baca juga: Dilema Sopir di Kutim, Telan Pil Pahit Harga Pertamax Meroket atau Rusak Mesin Pakai Pertalite
Fenomena migrasi ini tidak hanya terjadi pada kendaraan tua atau berkapasitas mesin kecil.
Amang Adan, warga Kecamatan Sungai Kunjang, mengaku terpaksa turun kelas mengisi motor Honda PCX miliknya dengan Pertalite, meski ia tahu spesifikasi motornya lebih cocok menggunakan Pertamax.
"Selisih harganya lumayan. Kalau isi Pertamax Rp50.000 paling cuma dapat 3 liter sekarang. Dengan selisih segitu, uang Rp20.000 bisa buat sangu anak sekolah. Kalau dipaksa beli Pertamax, Rp50.000 paling bertahan dua hari, tidak sampai tiga hari sudah habis," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260611_Harga-Pertamax-Bawa-Dampak-di-Samarinda.jpg)