Jumat, 12 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Harga Pertamax Melonjak, SPBU di Samarinda Diserbu Antrean Migrasi ke Pertalite

Angka ini melonjak tajam sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.300

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIRUS
HARGA PERTAMAX NAIK - Situasi antrian BBM di salah satu SPBU di Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, (11/6/2026) sore. Masyarakat Samarinda kini menaruh harapan besar agar Pemerintah Pusat dan Pertamina segera mengevaluasi kebijakan harga ini atau setidaknya menekan harga kebutuhan pokok agar warga tidak semakin terjepit di tengah situasi ekonomi yang sulit. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax RON 92 memicu dampak instan di lapangan.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mulai diserbu pengendara yang melakukan migrasi massal dari Pertamax ke Pertalite, mengakibatkan antrean kendaraan mengular panjang.

Berdasarkan data resmi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax kini melambung menjadi Rp16.250 per liter.

Angka ini melonjak tajam sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.300 per liter.

Baca juga: Dampak Kenaikan BBM Pertamax, UMKM Balikpapan Berjuang Pertahankan Harga Jual via Gas Subsidi

Selain Pertamax, jenis Pertamax Green 95 juga ikut merangkak naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, hanya Pertamax Turbo yang posisinya tidak bergeser, tetap bertahan di angka Rp20.750 per liter.

Kenaikan yang mendekati angka Rp4.000 per liter ini mencekik para pengguna setia Pertamax.

HARGA BBM KALTIM - Ilustrasi wujud bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi dipajang di etalase SPBU Pertamina pada Rabu 20 Mei 2026 pagi.
HARGA BBM KALTIM - Ilustrasi wujud bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi dipajang di etalase SPBU Pertamina pada Rabu 20 Mei 2026 pagi. SPBU di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mulai diserbu pengendara yang melakukan migrasi massal dari Pertamax ke Pertalite, mengakibatkan antrean kendaraan mengular panjang. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Dari pantauan TribunKaltim.co di SPBU Jalan Slamet Riyadi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular demi mendapatkan Pertalite yang harganya jauh lebih murah.

Bambang, seorang warga Jalan Slamet Riyadi yang terjebak di tengah antrean, meluapkan kekesalannya saat ditemui TribunKaltim.

Ia yang biasanya rutin mengisi motornya dengan Pertamax, kini terpaksa mengantre Pertalite karena faktor ekonomi.

"Pusing saya begini, Mas. Baik motor saya isi dengan air saja karena Pertamax mahal betul. Naiknya Rp4.000 lebih. Sebenarnya saya khawatir kalau motor diisi Pertalite karena maunya pakai Pertamax supaya motor ringan dan enak tarikannya. Tapi karena mahal, ya mau tidak mau," ungkapnya.

Bambang juga mengkhawatirkan efek domino dari kenaikan BBM non-subsidi ini terhadap harga kebutuhan pokok lainnya yang sudah mulai merangkak naik di pasaran.

Baca juga: Dilema Sopir di Kutim, Telan Pil Pahit Harga Pertamax Meroket atau Rusak Mesin Pakai Pertalite

Fenomena migrasi ini tidak hanya terjadi pada kendaraan tua atau berkapasitas mesin kecil. 

Amang Adan, warga Kecamatan Sungai Kunjang, mengaku terpaksa turun kelas mengisi motor Honda PCX miliknya dengan Pertalite, meski ia tahu spesifikasi motornya lebih cocok menggunakan Pertamax.

"Selisih harganya lumayan. Kalau isi Pertamax Rp50.000 paling cuma dapat 3 liter sekarang. Dengan selisih segitu, uang Rp20.000 bisa buat sangu anak sekolah. Kalau dipaksa beli Pertamax, Rp50.000 paling bertahan dua hari, tidak sampai tiga hari sudah habis," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved