Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Melonjak, SPBU di Samarinda Diserbu Antrean Migrasi ke Pertalite
Angka ini melonjak tajam sebesar Rp3.950 per liter dari harga sebelumnya yang bertengger di angka Rp12.300
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
Ia juga menyayangkan kebijakan pemerintah yang membuat jarak harga antara BBM subsidi dan non-subsidi terlampau jauh.
Kondisi ini membuat masyarakat menengah ke bawah tidak memiliki pilihan selain menguras stok BBM bersubsidi.
"Sekarang ya rela mengantre, mau bagaimana lagi. Setengah jam antrenya. Kasihan juga saya lihat tadi driver ojol di depan saya, cuma mengisi Rp17.000 tapi harus antre sampai setengah jam. Kasihan sekali," katanya.
Masyarakat Samarinda kini menaruh harapan besar agar Pemerintah Pusat dan Pertamina segera mengevaluasi kebijakan harga ini atau setidaknya menekan harga kebutuhan pokok agar warga tidak semakin terjepit di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Dia katakan, semoga Saja ada solusi lah ya. Selain harga BBM naikkan, nanti bisa berdampak ke bahan-bahan pokok yang lain, seperti minyak goreng juga di pasaran sudah naik.
"Semoga pemerintah bisa menekan hargalah supaya warga ini juga enggak kesulitan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260611_Harga-Pertamax-Bawa-Dampak-di-Samarinda.jpg)