Berita Samarinda Terkini
DLH Samarinda Targetkan Seluruh Truk Sampah Terpasang GPS Tahun Depan
DLH Samarinda mulai menerapkan sistem pemantauan berbasis GPS, sensor BBM, dan kartu RFID pada armada pengangkut sampah.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- DLH Samarinda menguji coba sistem digital berbasis GPS tracker, sensor BBM, dan RFID untuk memantau operasional 30 armada truk sampah.
- Penerapan teknologi tersebut menghasilkan efisiensi penggunaan BBM sebesar 8 persen sepanjang Januari–April 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu.
- Tahun depan DLH Samarinda menargetkan memiliki sistem digital persampahan sendiri bersama Diskominfo, termasuk fitur pemantauan kontainer dan pengaturan rute truk secara otomatis.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memantau operasional armada pengangkut sampah.
Melalui pemasangan GPS tracker, sensor bahan bakar minyak (BBM), dan kartu RFID, DLH Samarinda kini dapat memonitor pergerakan truk, penggunaan BBM, hingga pola pengisian bahan bakar secara lebih terukur.
Langkah digitalisasi tersebut bahkan telah menghasilkan efisiensi konsumsi BBM sebesar 8 persen sepanjang Januari hingga April 2026, meski jumlah armada pengangkut sampah bertambah 10 unit dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Muhammad Taufiq Fajar, mengatakan program digitalisasi pengelolaan persampahan saat ini terus dimatangkan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda.
Baca juga: DLH Samarinda Siapkan APD Petugas Insinerator, Target Operasional Penuh Mei 2026
Sambil menunggu sistem digital milik pemerintah rampung, DLH Samarinda menggandeng pihak ketiga untuk memantau pergerakan kendaraan pengangkut sampah.
"Untuk sementara sambil menunggu teman-teman diskominfo persiapan, kami juga bekerjasama dengan pihak ketiga kontrak untuk jangka pendek dalam artian memonitor pergerakan kendaraan pengangkutan sampah kita," ujarnya usai mengikuti rapat evaluasi bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Diskominfo terkait pematangan program tersebut, Jumat (12/6/2026).
Taufiq menjelaskan, sistem sementara yang digunakan memanfaatkan GPS tracker untuk memantau pergerakan kendaraan, sensor BBM, serta kartu Radio Frequency Identification (RFID).
Melalui kartu RFID, pengisian BBM yang sebelumnya menggunakan uang tunai kini dilakukan secara digital.
Baca juga: DLH Samarinda Terapkan Operasional Khusus untuk Truk Sampah yang Sudah Tua, Layani Rute Pendek
Sopir cukup menempelkan kartu pada SPBU yang telah ditentukan sehingga penggunaan bahan bakar dapat dipantau lebih transparan.
"Alhamdulillah per Januari sampai bulan April ini, kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, kami sudah berhasil mengefisiensikan BBM itu di angka 8 persen," katanya.
Menurutnya, capaian tersebut cukup signifikan mengingat jumlah armada pengangkut sampah meningkat dari 61 unit menjadi 71 unit pada tahun ini.
Efisiensi yang dihitung juga berdasarkan volume liter BBM, bukan nilai rupiah, karena harga Dexlite mengalami kenaikan.
Baca juga: DLH Samarinda Buka Rekrutmen 46 Orang untuk Operasikan Insinerator Sampah
Saat ini, perangkat digital tersebut baru terpasang pada 30 unit truk dari total 71 armada yang dimiliki DLH Samarinda.
"Perangkat ini baru kita uji coba di 30 truck yang ada. Nah kita punya 71 truck artinya masih 50 persen lebih sebelum kita pasang," ujarnya.
DLH Samarinda meyakini potensi efisiensi akan semakin besar apabila seluruh armada telah dilengkapi sistem pemantauan digital.
| 4 Fakta Sabu 41,4 Kg Lolos dari Pelabuhan Samarinda: Satgas Terpadu dan Pengadaan X-Ray Jadi Sorotan |
|
|---|
| Klik CCTV Samarinda dan Link SAMAGOV: Pantau Banjir, Macet, Keamanan Real-Time Hari Ini 12 Juni 2026 |
|
|---|
| Sabu 41 Kg Lebih dari Samarinda Lolos, Satgas Terpadu Disorot hingga Janji Alat X-Ray Masih Wacana |
|
|---|
| PLN UP3 Samarinda Gelar Silaturahmi Bersama PWI Kaltim, Perkuat Sinergi dengan Insan Pers |
|
|---|
| Pemkot Samarinda dan PHI Perkuat Sinergi Jaga Aset Migas untuk Ketahanan Energi Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260406_Truk-sampah-DLH-Kota-Samarinda.jpg)