Harga Pertamax Naik
Sulit Dapatkan Pertalite, Biaya Operasional Penjual Makanan di PPU Membengkak
Para pedagang mengaku selama ini mengandalkan sepeda motor, untuk membeli bahan baku ke pasar, mengangkut perlengkapan usaha
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM – Sejumlah penjual gorengan, bakso, dan mie ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengeluhkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax serta sulitnya mendapatkan Pertalite dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dinilai menambah biaya operasional usaha, yang mereka jalankan setiap hari.
Para pedagang mengaku selama ini mengandalkan sepeda motor, untuk membeli bahan baku ke pasar, mengangkut perlengkapan usaha, hingga berjualan di sejumlah lokasi.
Ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan penting, untuk mendukung aktivitas usaha mereka.
Salah seorang penjual gorengan di Kelurahan Petung Kecamatan Penajam, Amina, mengatakan dirinya sering kesulitan memperoleh Pertalite saat mengisi bahan bakar kendaraan.
Akibatnya, ia terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.
Baca juga: Kelangkaan BBM Subsidi di Kutai Barat Belum Kelar, APMS Temui Bupati Kubar
Menurutnya, pengeluaran untuk transportasi mengalami peningkatan, sejak dirinya lebih sering menggunakan Pertamax.
Kendaraan yang digunakan setiap hari, berfungsi untuk membeli bahan baku seperti tepung, minyak goreng, sayuran, dan kebutuhan lainnya.
Keluhan serupa disampaikan Tono, penjual bakso keliling. Ia mengatakan biaya operasional usahanya bertambah, karena harus mengeluarkan biaya lebih besar, untuk bahan bakar kendaraan yang digunakan mengangkut gerobak dan perlengkapan dagangan.
Tono menyebut, dalam sehari dirinya menempuh sejumlah wilayah permukiman untuk berjualan.
Kebutuhan bahan bakar menjadi bagian dari biaya rutin yang harus dipenuhi, agar aktivitas usahanya tetap berjalan.
Sementara itu, Nia, penjual mie ayam di PPU juga mengaku mengalami kondisi yang sama. Ia mengatakan sulitnya mendapatkan Pertalite, membuat dirinya harus beralih menggunakan Pertamax, saat stok BBM bersubsidi tidak tersedia.
Nia menjelaskan kendaraan bermotor digunakan setiap hari, untuk berbelanja bahan baku serta mengangkut peralatan usaha ke lokasi berjualan.
Sementara untuk mendapatkan Pertalite, harus antri panjang, dan terkadang hanya tersedia hingga sore hari.
Baca juga: Rupiah Melemah dan BBM Naik, BEM KM Unmul Malam Ini Konsolidasi Bahas Aksi Turun ke Jalan
Menurutnya, peningkatan biaya bahan bakar berdampak pada pengeluaran harian usaha yang dikelolanya.
Para pedagang berharap ketersediaan Pertalite dapat kembali normal, sehingga kebutuhan operasional usaha dapat terpenuhi.
"Ya harapan kami biaya transportasi usaha kami itu dapat lebih terkendali, apalagi aktivitas jualan kita ini kan berlangsung setiap hari," pungkasnya. (*)
| Kelangkaan BBM Subsidi di Kutai Barat Belum Kelar, APMS Temui Bupati Kubar |
|
|---|
| Rupiah Melemah dan BBM Naik, BEM KM Unmul Malam Ini Konsolidasi Bahas Aksi Turun ke Jalan |
|
|---|
| Kapolri, BIN, dan Istana Tanggapi Ancaman Demo Reformasi Jilid II dari Mahasiswa |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Picu Gelombang Demo Mahasiswa di Kendari, Bandung, dan Jakarta |
|
|---|
| Harga Pertalite dan Biosolar Juga Akan Naik Susul Pertamax? Begini Penjelasan Bahlil Lahadalia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260712-penjual-bakso.jpg)