Sabtu, 13 Juni 2026

Harga Pertamax Naik

Sulit Dapatkan Pertalite, Biaya Operasional Penjual Makanan di PPU Membengkak

Para pedagang mengaku selama ini mengandalkan sepeda motor, untuk membeli bahan baku ke pasar, mengangkut perlengkapan usaha

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/Nita Rahayu
PENJUAL BAKSO -  Salah satu penjual mie ayam di PPU,Jumat (12/6/2026) . Ia mengaku kenaikan harga BBM jenis Pertamax, dan sulitnya mendapatkan Pertalite menjadi kendala dalam aktivitas berjualan hariannya (TRIBUNKALTIM.CO/ NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM – Sejumlah penjual gorengan, bakso, dan mie ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengeluhkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax serta sulitnya mendapatkan Pertalite dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dinilai menambah biaya operasional usaha, yang mereka jalankan setiap hari.

Para pedagang mengaku selama ini mengandalkan sepeda motor, untuk membeli bahan baku ke pasar, mengangkut perlengkapan usaha, hingga berjualan di sejumlah lokasi.

Ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan penting, untuk mendukung aktivitas usaha mereka.

Salah seorang penjual gorengan di Kelurahan Petung Kecamatan Penajam, Amina, mengatakan dirinya sering kesulitan memperoleh Pertalite saat mengisi bahan bakar kendaraan.

Akibatnya, ia terpaksa membeli Pertamax dengan harga yang lebih tinggi.

Baca juga: Kelangkaan BBM Subsidi di Kutai Barat Belum Kelar, APMS Temui Bupati Kubar

Menurutnya, pengeluaran untuk transportasi mengalami peningkatan, sejak dirinya lebih sering menggunakan Pertamax.

Kendaraan yang digunakan setiap hari, berfungsi untuk membeli bahan baku seperti tepung, minyak goreng, sayuran, dan kebutuhan lainnya.

Keluhan serupa disampaikan Tono, penjual bakso keliling. Ia mengatakan biaya operasional usahanya bertambah, karena harus mengeluarkan biaya lebih besar, untuk bahan bakar kendaraan yang digunakan mengangkut gerobak dan perlengkapan dagangan.

Tono menyebut, dalam sehari dirinya menempuh sejumlah wilayah permukiman untuk berjualan.

Kebutuhan bahan bakar menjadi bagian dari biaya rutin yang harus dipenuhi, agar aktivitas usahanya tetap berjalan.

Sementara itu, Nia, penjual mie ayam di PPU juga mengaku mengalami kondisi yang sama. Ia mengatakan sulitnya mendapatkan Pertalite, membuat dirinya harus beralih menggunakan Pertamax, saat stok BBM bersubsidi tidak tersedia.

Nia menjelaskan kendaraan bermotor digunakan setiap hari, untuk berbelanja bahan baku serta mengangkut peralatan usaha ke lokasi berjualan.

Sementara untuk mendapatkan Pertalite, harus antri panjang, dan terkadang hanya tersedia hingga sore hari.

Baca juga: Rupiah Melemah dan BBM Naik, BEM KM Unmul Malam Ini Konsolidasi Bahas Aksi Turun ke Jalan

Menurutnya, peningkatan biaya bahan bakar berdampak pada pengeluaran harian usaha yang dikelolanya.

Para pedagang berharap ketersediaan Pertalite dapat kembali normal, sehingga kebutuhan operasional usaha dapat terpenuhi.

"Ya harapan kami biaya transportasi usaha kami itu dapat lebih terkendali, apalagi aktivitas jualan kita ini kan berlangsung setiap hari," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved