Harga Pertamax Naik
Siasat Pengemudi Travel Mahakam Ulu Hadapi Lonjakan Harga BBM Non-subsidi
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Dex mulai memberikan tekanan pada sektor jasa transportasi darat
Penulis: Desy Filana | Editor: Budi Susilo
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, membeberkan bahwa faktor pemicu utama kenaikan ini adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan tren harga minyak dunia terus menguat.
Kondisi geopolitik ini memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian harga demi keberlangsungan rantai pasok.
"Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak dunia. Namun, kami memastikan penyesuaian ini dilakukan secara bijak," jelas Simon melalui pernyataan resminya.
Baca juga: 3 Alasan Penyesuaian Harga BBM Pertamina, Pertamax Kaltim Naik Rp4.050 jadi Rp16.650 per Liter
Pemerintah sendiri menegaskan tetap mempertahankan harga BBM subsidi sebagai jangkar stabilitas ekonomi rakyat, yakni Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar.
Saat ini, pemerintah mengklaim tengah merumuskan langkah strategis lanjutan untuk memitigasi dampak dari penyesuaian harga BBM non-subsidi tersebut terhadap kemampuan ekonomi masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260612_Travel-di-Mahakam-Ulu-Kena-Dampak-BBM-Naik.jpg)