TribunKaltim/

Kuliner

Lupakan Soal Makanan yang Tidak Enak, Ini Alasan Konsumen tak Kembali ke Restoran

Sedikitnya sembilan dari 10 para pemburu makan malam di Amerika Serikat berdasarkan sebuah survei memilih tidak kembali ke restoran tertentu

Lupakan Soal Makanan yang Tidak Enak, Ini Alasan Konsumen tak Kembali ke Restoran
iStockPhoto/SolStock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Makan di sebuah restoran terlebih lagi makan malam bukan hanya soal pilihan makanan. Banyak elemen lain yang jadi pertimbangan konsumen untuk menentukan restoran pilihannya untuk bersantap malam.

Elemen lain tersebut bahkan dapat menjadi alasan konsumen untuk tak kembali ke restoran tersebut.

Sedikitnya sembilan dari 10 para pemburu makan malam di Amerika Serikat berdasarkan sebuah survei memilih tidak kembali ke restoran tertentu walaupun makanan yang disediakan sangat enak.

Sebuah penelitian terhadap sekitar 2.034 warga Amerika dengan usia 18 tahun ke atas yang dikumpulkan Harris Poll menunjukkan sampah atau abu rokok yang ada di pintu dapat membuat 70 persen para pemburu makan malam tidak kembali ke restoran tersebut.

BACA JUGA: Punya Iga Kambing di Rumah? Yuk Bikin Iga Saus Basil

Isu kebersihan restoran ternyata menjadi alasan yang mendominasi alasan (86 peren) untuk tak kembali ke restoran tersebut. Mulai dari debu di tembok, kotornya hiasan dinding, kotoran di meja, booth makanan, hingga lantai

Sementara, alasan lain untuk tidak kembali ke restoran yang sama adalah 85 persen karena bau yang tak sedap, 80 persen WC yang kotor, dan 72 persen lantai yang licin.

"Meski di dapur ada seorang master chef, tapi jika restoran kotor atau ada yang tidak menarik ketika konsumen masuk, ini akan memengaruhi rasa," kata John Engel, Senior Marketing Manager of Cintas, sebuah perusahan jasa yang mendanai penelitian tersebut.

BACA JUGA: Ditinggal Shalat Idul Adha, Rumah Dibobol Maling

"Bisnis yang berputar sangat penting untuk suksesnya sebuah restoran," katanya.

Halaman
12
Penulis: Amalia Husnul Arofiati
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help