TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Mewujudkan Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur

Artinya sewaktu-waktu dapat mengalami pemutusan hubungan kerja atau digantikan pekerja lain.

Mewujudkan Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur
Ilustrasi 

oleh Felly Lung, SH*

TRIBUNKALTIM.CO - Tanggal 1 Mei merupakan peringatan hari buruh internasional. Peringatan Hari buruh identik dengan aksi buruh untuk menyuarakan hak-hak yang selama ini tidak terpenuhi, baik oleh pemerintah ataupun perusahaan.

Mari kita melihat semangat dan roh Hari Buruh Internasional ini dengan kondisi yang perlu direfleksikan bersama, bukan sekedar eforia perayaan tanpa terwujudnya kedaulatan buruh itu sendiri.

Perlahan secara bertahap, muncul  beberapa tuntutan buruh terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan:

Pertama, banyaknya sorotan kepada perusahaan - perusahaan yang tidak memberikan upah sesuai dengan Upah Minimum Sektor Kabupaten ( UMSK ) yang telah ditetapkan.

Kedua, Masih berkaitan dengan kesejahteraan, antara lain fasilitas yang diterima buruh misalnya jaminan pensiunan buruh, jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.

Tidak lupa, salah satu isu marak tentang BPJS juga disuarakan buruh. Semua hal normatif ini harus ada kepastian perlindungan bagi buruh. Sandaran tanggung jawab atau kontrol untuk kepastian ini perlu peran maksimal dan ketegasan pemerintah. Dinas Tenaga Kerja yang merupakan perpanjangan tanggan perintah harus memastikan semua perusahaan yg beroperasi di Kutai Timur menerapkan hal ini.

Ketiga, outsourching merupakan sistem kerja yang selama ini ditolak oleh para buruh. Karena posisi buruh dengan status pekerja outsourching sangat lemah dalam hal pemenuhan hak dan fasilitas yang diterima, serta memiliki job security yang rendah.

Artinya sewaktu-waktu dapat mengalami pemutusan hubungan kerja atau digantikan pekerja lain.

Keempat, Sumber Daya Manusia lokal. Kutai Timur telah memiliki beberapa perguruan tinggi dan banyak melahirkan bibit unggul yg berprestasi. Tetapi rupanya impor tenaga kerja luar daerah Kutim masih jadi primadona.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help