Opini

Mewujudkan Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur

Artinya sewaktu-waktu dapat mengalami pemutusan hubungan kerja atau digantikan pekerja lain.

Mewujudkan Kedaulatan Buruh di Bumi Kutai Timur
Ilustrasi 

Hal ini lambat laun akan menimbulkan kesenjangan sosial. Papua bisa menjadi rekomendasi di mana peraturan daerah yang memihak buruh asli papua. Bukan anti tenaga kerja luar, tetapi perlu keseimbangan dan keberpihakan yang berkeadilan bagi SDM daerah.

Kelima, Durasi Kontrak Kerja, Hak Permanen, Pemutusan Kontrak dan PHK. Disini ada asas fundamental atas kepastian hak-hak buruh yang sering terabaikan dan akhirnya menjadi pil pahit yang harus di telan oleh buruh.

Bagai merindukan air ditengah gurun, perlu langkah kongkrit dan tegas sehingga bisa menyadarkan semua pihak, salah satunya sinergi atas - bawah.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serikat buruh, dan perusahaan sangat diperlukan.

Sinergi tersebut dapat diwujudkan dengan sosialisasi agar pegawai dan pengusaha sadar bahwa mereka mempunyai hak yang sama untuk dapat hidup layak.

Dengan hal itu, perusahaan pun dapat berjalan sesuai aturan dan mendukung upaya kesejahteraan para buruh. Begitupun buruh harus menjalankan kewajibannya sesuai dengan aturan yang telah di sepakati.

Pemerintah daerah sebagai pemberi izin harus menunjukkan simpatinya terhadap rakyatnya.

Dalam hal ini Disnaker harus melakukan pengawasan secara ketat tidak menunggu saat ada keluhan, tetapi harus ada sidak secara reguler.

Dengan demikian, para buruh benar-benar dilindungi payung hukum, perusahaan pun tidak ada lagi yang berani melenceng dari aturan yg telah ditetapkan.

Harus ada rekomendiasi-rekomendasi yang positif, baik dari buruh maupun pengusaha, yang bisa melahirkan kerja sama dan keseimbangan hak serta kewajiban.

Kita berharap keterlibatan semua pihak benar-benar mengupayakan masa depan buruh yang berdaulat.

Sehingga perputaran antar generasi untuk mendapatkan pekerjaan dapat seimbang antara hak dan kewajibannya.

Selamat Hari Buruh.

*Bendahara Umum KNPI Kutim

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved