Pertama di Indonesia, Rencana Underpass Runway Bandara Tanjung Harapan Butuh Kajian Matang
Salah satu imbasnya, Jalan Agathis yang berada tak jauh dari salah satu ujung runway harus dipotong.
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Kelas IIIC Tanjung Harapan di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, dari 1.400 meter menjadi 1.600 meter terus dikerjakan.
Rencananya, runway bandara ini akan terus diperpanjang hingga 2.500 meter.
Salah satu imbasnya, Jalan Agathis yang berada tak jauh dari salah satu ujung runway harus dipotong.
Jalan Agathis ini sendiri menjadi salah satu akses utama dari Kabupaten Bulungan ke Kabupaten Berau di Kaltim. Jalan Agathis ini sendiri berstatus jalan nasional.
Rivan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek perpanjangan runway kepada Tribunkaltim.co, Selasa (1/8/2017) menyampaikan, sudah ada beberapa opsi yang mengemuka terkait akan dipotongnya Jalan Agathis.
Dan hal ini, sudah dibicarakan kembali bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kaltara, Senin (31/7/2017) lalu.
Baca: Lapaknya Dibongkar, Ibu-ibu Pedagang Ini Menangis Histeris dan Pingsan
Salah satunya, pembuatan jalan bawah tanah (underpass) yang nantinya akan melintas tepat di bawah runway yang akan diperpanjang nantinya.
Pihak Bandara Kelas IIIC Tanjung Harapan sendiri menurutnya sudah memberikan beberapa pandangan seputar rencana pembangunan underpass tersebut.
Karena memang underpass seperti ini belum ada di Indonesia, kajian yang dilakukan menurutnya harus benar-benar matang.
Baca: Pasca Pembongkaran Kios di Pelabuhan Semayang, PKL Berencana Tempuh Jalur Hukum
"Ini kan yang pertama di Indonesia. Yang ada itu kan baru ada di bawah taxiway," ujarnya.
Dalam pertemuan, ada 3 posisi underpass yang diusulkan. Pertama, berada di bawah runway yang saat ini sedang dikerjakan.
Kedua, di ujung runway yang sedang diperpanjang dan ketiga, berada di bawah runway yang sudah diperpanjang menjadi 2.500 meter.
Dari pihak bandara sendiri menurutnya lebih memilih alternatif ketiga, yakni underpass lebih dahulu dibangun sebelum perpanjangan runway menjadi 2.500 meter dikerjakan.
"Jadi underpass-nya dulu dibangun, baru kita perpanjang runway-nya," katanya. (*)