TribunKaltim/

Dua Pejabat Pemkot Bontang Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan

Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan bangunan Pemkot Bontang tahun anggaran 2012 memasuki babak baru.

Dua Pejabat Pemkot Bontang Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan
tribunkaltim/udin dohang
Pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pemkot Bontang tahun anggran 2012 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan bangunan Pemkot Bontang tahun anggaran 2012 memasuki babak baru. Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltim kembali memanggil sejumlah saksi atas kasus korupsi pengadaan lahan senilai Rp 18 miliar yang sudah masuk tahap lidik sejak 4 tahun lalu.

Perkembangan terbaru, lima orang saksi dari pegawai Pemkot Bontang diperiksa di Makopolres Bontang, Rabu (23/8). Dari kelima saksi tersebut dua di antaranya pejabat pemkot, Asisten Administrasi Umum Syarifah Nurul Hidayati dan Kabag Keuangan Ahmad Rizani. Tiga saksi lainnya staf di bagian pemerintahan, yakni Eri, Siska, dan Sri Handayani.

Baca: Polisi Lacak Keberadaan Icha, Sebut Sudah Temukan Lokasinya

Kasubdit III Tipikor Polda Kaltim AKBP Winardi selaku pimpinan tim dari Ditkrimsus Polda Kaltim saat ditemui mengatakan, pemanggilan saksi merupakan tindak lanjut penggeledahan di 3 lokasi berbeda yakni kantor Setda Bontang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertahanan serta rumah kediaman Dms, pegawai DPKPP yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah penggeledahan kemarin, kami memanggi 5 orang saksi untuk dimintai keterangan atas kegiatan pembebasan lahan tahun 2012 lalu," ujar Winardi.

Progress penyidikan kasus dugaan korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara sekitar Rp 5 miliar tersebut tinggal mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan saksi. Hasil penggeledahan di kantor Setda Bontang dan DPKPP, penyidik menyita sejumlah dokumen sebanyak 4 kardus.

Baca: Kembali Bercerai, Kepala Daerah nan Tajir Ini Tiga Kali Sandang Predikat Janda

"Kami juga melakukan melakukan penggeledahan di rumah Dms, yang bertugas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan lahan," katanya.

Winardi menambahkan hasil pemeriksaan 5 saksi terbaru, akan jadi bahan merampungkan bukti sebelum berkas dilimpahkan ke Kejaksaan. Pun begitu, ia mengungkapkan belum ada indikasi 5 saksi yang baru diperiksa terlibat dalam kasus rasuah pengadaan lahan Pemkot Bontang.

Dijelaskan, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Pemkot Bontang 2012 sudah menyeret dua pejabat di Bagian Pemerintahan sebagai tersangka. Keduanya, Kabag Pemerintahan, Nr dan Dms, Kepala Seksi Pertanahan sekaligus PPTK. Nr ditetapkan sebagai tersangka pada 2013 lalu, sedangkan status Dms sebagai tersangka baru dinaikkan pada Juli lalu.

Baca: Didaftarkan ke Piala AFF U-18, Akankah Fokus Saddil dan Asnawi Terbelah?

Asisten Administrasi Umum Syarifah Nurul Hidayati, yang ditemui usai diperiksa sebagai saksi selama tiga jam enggan berkomentar kepada wartawan. Ia langsung bergegas meninggalkan ruangan Saber Pungli Lantai II Makopolres Bontang.

"Jangan lah dulu yah, belum ada kok, nanti lah," katanya sambil berlalu. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help