TribunKaltim/

Warga Kesal, Tiang Sudah Ada tapi Listrik Tak Kunjung Menyala

Hal yang lebih membuat kesal, rumah terakhir yang mendapat listrik hanya berjarak dua meter saja dengan rumah yang hingga saat ini belum mendapat alir

Warga Kesal, Tiang Sudah Ada tapi Listrik Tak Kunjung Menyala
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
PEMASANGAN TIANG - Pekerjaan pemasangan tiang listrik di Desa Teluk Singkama beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Tiga tahun belakangan ini upaya masyarakat Desa Teluk Singkama dan sebagian Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, untuk mendapatkan listrik PLN masih belum ada titik terang.

Sempat ada pembicaraan untuk pemasangan listrik, namun hingga saat ini baru tiang saja yang terpasang hingga ke wilayah tersebut. Namun, aliran listrik tak kunjung sampai pada seluruh rumah warga di dua desa tersebut.

Hal yang lebih membuat kesal, rumah terakhir yang mendapat listrik hanya berjarak dua meter saja dengan rumah yang hingga saat ini belum mendapat aliran listrik.

Dengan alasan kawasan tersebut sudah masuk dalam batas area Taman Nasional Kutai (TNK) dan belum di-enclave. Beranjak dari itu, beberapa perwakilan masyarakat mendatangi Kantor Bupati Kutim untuk membicarakan masalah tersebut.

“Pinginnya kami, ya langsung ikut dialiri listrik juga. Tiang sudah ada, bahkan rumah kami dengan tetangga yang mendapat aliran listrik hanya dua meter saja. Sebelah menyala, sebelahnya sampai 70 rumah di Desa Teluk Singkama masih gelap. Begitu juga di kawasan Desa Sangkima, masih ada 42 rumah yang belum teraliri listrik. Terputus sambungannya karena masih berada di kawasan TNK,” ungkap Abdul Rahmad, salah satu tokoh Desa Teluk Singkama, Rabu (23/8/2017).

Permasalahan tersebut langsung dibahas dalam rapat yang digelar Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim, dengan mengundang pihak Balai TNK, PT PLN Area Bontang, Camat Sangatta Selatan serta pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV Samarinda dan Dinas Perhubungan Kutai Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Tri, bidang Perencanaan PT PLN Area Bontang mengatakan pada dasarnya PLN siap mengalirkan listrik ke dua desa tersebut. Namun, karena dalam penetapan batas wilayah enclave TNK, kawasan pemukiman tersebut masuk dalam wilayah TNK, PLN tidak bisa mengalirkan listrik begitu saja. Tanpa ada legalitas dari pemerintah.

“Untuk wilayah TNK, harus ada legalitas yang pasti dari pemerintah. Kebetulan pemukiman yang tersisa, masih masuk wilayah TNK dan belum ada legalitas untuk pengajuan enclave atau in out dari delineasi yang ada. Jadi kami hanya menunggu saja. Kalau ada legalitasnya, kami langsung alirkan,” ungkap Agus Tri.

Hingga berakhirnya pertemuan, belum ada kepastian kapan sebagian warga di dua desa tersebut bisa mendapat pasokan listrik. “Hasil keputusan pertemuan hari ini, atas izin Bupati, kita akan bersurat ke Dirjen Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Untuk percepatan aliran listrik ke perumahan warga yang masih dalam kawasan TNK. Karena saat ini pun, dari enclave yang sudah diberikan, kami masih mengajukan penambahan dan in out dari lokasi PT Pertamina di Sangkima. Kalau untuk kebutuhan listrik dalam kondisi mendesak, masyarakat bisa meminta bantuan perusahaan sekitar lebih dulu,” beber Pranowo.

Seperti diketahui, hasil enclave TNK seluas 718.000 hektar, masih ada sebagian kawasan pemukiman yang tidak masuk dalam enclave dan masih dalam kawasan TNK. Sehingga, pembangunan dan pasokan listrik maupun air bersih tidak bisa diperoleh.

“Kami sangat ingin menolong masyarakat. Namun, tidak dengan menyalahi aturan yang ada. Agar, tidak terjadi permasalahan di belakang hari,” ujar Pranowo. (*)






Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help