Dapat Order Fiktif, Keluarga Rider Online Ini Akhirnya Makan Pizza Mahal untuk Kali Pertama
Suka lainnya, dia mulai merasa lebih dewasa dibanding teman-teman sebantarannya yang masih kuliah atau yang masih tetap menganggur.
TRIBUNKALTIMCO - Nuryansah (19 tahun), belum sebulan jadi rider ojek online di Kota Makassar.
Namun, warga Jl Korban 40.000, Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, utara Kota Makassar ini, sudah merasakan suka duka jadi pengendara Go-Jek online.

Suka pertama; pemuda jebolan SMP Tridarma Maccini Kidul, Makassar ini, punya lebih banyak waktu kerja. "Dulu waktu cuci mobil banyak menunggunya," ujarnya.
Suka lainnya, dia mulai merasa lebih dewasa dibanding teman-teman sebantarannya yang masih kuliah atau yang masih tetap menganggur.
Dia bisa menabung untuk cicilan motor, memenuhi kebutuhan harian, serta bisa bayar kontrakan rumah.
Baca juga:
Tak Ada Gunanya Lagi Beruding, AS Bahkan Diperas Bayar, Trump Mulai Frustasi Terhadap Kim Jong Un
Mengharukan, Bocah ini RelakanTabungannya Untuk Beli Drone Demi Beli Hewan Kurban
Setelah 44 Tahun, Indonesia Bakal Kuasai 51% Saham Freeport, Tapi Kenapa Operatornya Tetap AS?
Direktur Keuangan Rumah Sakit Kena OTT KPK di Balikpapan
Enam Negara Fokus Pencarian Yingluck
Sedang Berkendara, Atlet Sebugar Iron Man Bisa Terserang Jantung, Sebaiknya Anda pun Waspada
Pengadilan India Tetapkan Taj Mahal Sebuah Makam Muslim, Bukan Kuil Sebagaimana Klaim Umat Hindu
Suka lainnya, istri dan putrinya yang masih berusia 2 tahun, sudah bisa dibelikan mainan plastik di pasar, beli kuota internet smartphone, serta beberapa kali membawa anak dan istri ke destinasi wisata kota.
Namun, di pekan kedua "mencari nafkah" di jalanan kota berpenduduk 1,9 juta jiwa ini, dia merasakan dukanya.