Dapat Order Fiktif, Keluarga Rider Online Ini Akhirnya Makan Pizza Mahal untuk Kali Pertama
Suka lainnya, dia mulai merasa lebih dewasa dibanding teman-teman sebantarannya yang masih kuliah atau yang masih tetap menganggur.
Dia merasakan perihnya order fiktif jasa pengantaran kuliner, Go-Food.
"MInggu lalu, kodong Kak, sakit sekali hatiku," kata Nuryansah, yang selama 1,5 tahun menjadi helper di jasa car wash di sekitar Jl Pongtiku dan JL Urip Sumiharjo, Makassar.
Kisah duka itu bermula, setelah melayani sekitar 150-an orderan selama 2 pekan, dia mulai punya "deposito" sekitar Rp 210 ribu.
Dia pun memberanikan diri membuka sub-order pengantaran jasa makanan dan minuman dari usaha yang didirikan Nadiem Makarim ini, Go Food.

Go-Food adalah 1 dari 15 jasa layanan transportasi berbasis daring.
Selain Go-Ride dan Go-Car, Jasa beli antar kuliner Go Food termasuk yang paling banyak diminati, sekitar 200 ribu rider atau driver perusahaan Go-Jek.
Namun debut Nuryansah di Go-Food tak seindah harapannya.
Baca juga:
Ternyata Ini Alasan PSSI Hapuskan Regulasi soal Pemain U-23 di Liga 1
Pesona Lionel Messi Berhasil Bujuk Angel di Maria ke Barcelona, namun Jalan Masih Berliku . . .
Dilirik Klub Malaysia, Jawaban Satria Tama Mengejutkan
Tersingkir dari Juventus, Begini Nasib Kiper Keturunan Indonesia ini Sekarang
Pemain Borneo FC Ini Tak Sabar Adu Cepat dengan Winger Semen Padang
Bertolak ke Padang, Sejumlah Pilar Pesut Etam Terpaksa Absen