Dapat Order Fiktif, Keluarga Rider Online Ini Akhirnya Makan Pizza Mahal untuk Kali Pertama

Suka lainnya, dia mulai merasa lebih dewasa dibanding teman-teman sebantarannya yang masih kuliah atau yang masih tetap menganggur.

dok_tribun_timur
Form Approving GoJek Nuryansah 

Tak sekadar memanggil sambil menunggu respon si pengorder, pizza dia mengetuk pagar besi pakai batu.

"Tetangganya sudah keluar. Tapi dia tak mau keluar," ujar pemuda berbadan ceking itu.

Pizza di tangannya tak lagi panas.

"Dia cancel ki ordernya, tapi sudah ma belikanki kodong," ujarnya.

Nuryansah belum putus asa.

Di gerbang kompleks rumah si pemesan, dia kembali menelpon. "Tidak aktifmi hapenya Kak," dia bercerita.

Waktu di smartphonenya sudah pukul 21.30 wita. NUriyansah memutuskan pulang. "Jam 10 malam memang biasanya sudah di rumahma," ujarnya.

Pizza order fiktif dia putuskan bawa pulang ke rumahnya dulu. 

Sesampai di depan pintu rumahnya, dua pizza sudah kian dingin.

Anaknya sudah tidur. Istrinya tersenyum melihat suaminya pulang membawa bungkusan kardus.

"Sialki hari ini Dek! Uang 200 ribu mati percuma." Dia mulai menceritakan  duka order fiktif pizza ke istrinya.

Istrinya bercanda, dan coba menghibur. "Baik itu ada order fiktif Pizza kak, barusanku tong itu makan pizza mahal," 

Namun, Nuriyamsah masih berharap, si pemesan meneleponnya kembali. "Istriku hubungiki juga tapi tetap tidak diangkat ki.."

Akhirnya pizza order fiktif yang tak lagi hamgat itu dia buka. "Sering-sering saja ada order fiktif Kak," ujar si istri.

Sejak adanya insiden order fiktif itu, Nuriansyah tobat untuk mencentang "Go Food" di aplikasi Gojek Drivernya.

"Biarmi saya Go Ride dan Go Sent saja, trauma kak!"

Dia juga berharap, sesekali ada order Go-Massage, jasa pengantaran juru pijat kepada pelanggan. (Tribun Timur)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved