TribunKaltim/

Sidang Kasus Pemerasan TPK Palaran, Sopir Truk Sebut Bayar Rp 20 Ribu saat Masuk Pelabuhan

Saksi Nasrun ditanya ketua majelis hakim, Joko Sutrisno, berapa kali membayar karcis setiap kendaraan masuk ke Pelabuhan Palaran.

Sidang Kasus Pemerasan TPK Palaran, Sopir Truk Sebut Bayar Rp 20 Ribu saat Masuk Pelabuhan
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Suasana sidang lanjutan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda, di Pengadilan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin, Selasa (12/9/2017). Sidang menghadirkan 14 saksi mulai dari supir hingga Kepala Dinas Perhubungan dan mantan Kadispenda Samarinda 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

Saksi Supir Truk Sebut Masuk ke Pelabuhan Palaran Bayar Rp 20 Ribu dan Rp 8 Ribu

TRIBUNKALTIM.CO  - Sidang lanjutan terdakwa Hery Susanto terkait dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang dan terdakwa Noer Asriansyah terkait dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas Palaran, Samarinda.

Saksi yang dihadirkan sebanyak 14 orang saksi mulai supir truk, pengurus koperasi dan pejabat Pemkot Samarinda.

Saksi-saksi yang dihdirkan yakni, Nasrun (supir truk), Mulyono, Bachtiar, Heri Agus, Yohanes Kulleh, Laily, Michael Adam, Ida Ismaya, Henny, Isman (Kadishub), Abdullah (Kabid Pembinaan dan Pengembangan Dishub Smd), Drs Abdullah (mantan Kadishub) dan Lujah Irang (mantan Kadispenda Samarinda).
‎ ‎
‎Ketua majelis hakim yang dipimpin, AF Joko Sutrisno, Burhanuddin dan Henry Dunant Manuhua‎ mempertanyakan keterangan saksi.

Saksi ditanya soal pembayaran karcis/retribusi parkir masuk pelabuhan.

Saksi Nasrun ditanya ketua majelis hakim, Joko Sutrisno, berapa kali membayar karcis setiap kendaraan masuk ke Pelabuhan Palaran.

Setiap kendaraan masuk membayar karcis di pos penjagaan I masuk ke pelabuhan dan pos II di area pelabuhan.

"Uang masuk ke pelabuhan di pos 1 bayar Rp 20.000/mobil dan pos 2 bayar Rp 8000/mobil," ungkap Nasrun, kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin, Selasa (12/9/2017).

Terdakwa Heri Susanto alias Abun‎ dan Noer Asriansyah alias Elly, didampingi tim penasihat hukumnya. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto dan Reza Pahlevi.

Setiap saksi dicecar terkait keterlibatannya di Koperasi Serba Usaha Pemuda Demokrta Indonesi Bersatu (PDIB) dan pembagian hasil 40 persen dan 60 persen hasil pengelolaan lahan parkir.(*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help