TribunKaltim/

Mau Pulang ke Negara Asal

Militan ISIS Sesaki Perbatasan Suriah dan Irak, Mereka Mau Pulang ke Negara Asal

Ratusan pembelot dari kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah di perbatasan Irak dan Suriah berharap bisa melarikan diri ke negara lain.

Militan ISIS Sesaki Perbatasan Suriah dan Irak, Mereka Mau Pulang ke Negara Asal
(Reuters via The Guardian)
Kota Raqqa, Suriah utara, yang menjadi ibu kota kekhalifahan ISIS, kini telah hancur dan ribuan militan telah meninggalkan kota itu setelah kehilangan wilayahnya. Kota itu jatuh ke tangan pasukan Kurdi yang didukung AS. 

TRIBUNKALTIM.CO, IDLIB - Ratusan pembelot dari kelompok teror Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) di perbatasan Irak dan Suriah berharap bisa melarikan diri ke negara lain atau pulang ke negara asalnya.

Beberapa lusin bekas militan telah menyeberang ke selatan Turki dalam beberapa pekan terakhir setelah kelompok teror itu kehilangan wilayahnya di Irak dan juga Suriah.

Mereka saat ini berkumpul di Provinsi Idlib di Suriah. Kebanyakan mereka berencana untuk menyeberangi perbatasan Turki di dekat wilayah itu dan menemukan jalan kembali ke Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa, serta Asia.

Menurut laporan The Guardian, Selasa (12/9/2017),  beberapa lusin mantan militan itu bahkan telah berhasil melintasi perbatasan yang dijaga ketat oleh tentara dan polisi perbatasan.

Mereka telah menyerang dalam beberapa pekan terakhir setelah membayar sejumlah uang kepada para penyelundup manusia.

Empat ekstremis Arab Saudi tiba di sebuah komunitas Turki selatan, awal September, setelah membayar 2.000 dollar AS per orang kepada penyelundup.

Mereka nekad menyamar dan berbahay usaha lainnya demi keamanan mereka sendiri ketika  melewati jalur berbahaya di bawah penjaga perbatasan yang kejam, yang telah membunuh puluhan penyusup tahun ini.

Eksodus besar-besaran para militan ISIS dari daerah yang pernah dikuasai ke daerah lain di Suriah dan Irak berlangsung sejak tahun lalu setelah kelompok teror itu kehilangan banyak wilayah.

ISIS kehilangan banyak wilayah di Irak karena gempuran tentara Irak dan pasukan koalisi AS yang juga didukung oleh milisi pro-Baghdad.

Pasukan yang bersekutu dengan rezim pemerintah Suriah, Presiden Bashar al-Assad, dan koalisi udara pimpinan AS di satu pihak dan koalisi Rusia di sisi lain telah menyebabkan ISIS kalah.

Halaman
12
Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help