TribunKaltim/

Puluhan Pedagang Pasar Subuh Ngeluruk ke Disperidagkop

Pak Butet, seorang pedagang pasar subuh meminta agar Disperindagkop menyediakan lokasi baru yang layak.

Puluhan Pedagang Pasar Subuh Ngeluruk ke Disperidagkop
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Pedagang pasar subuh/bongkaran mendatangi kantor Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Bulungan di Jalan Kolonel Soetadji, Rabu (13/9/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Puluhan pedagang pasar subuh/bongkaran yang biasa beroperasi di komplek Pasar Induk Kabupaten Bulungan, Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, mendatangi kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Bulungan di Jalan Kolonel Soetadji, Tanjung Selor, Rabu (13/9).

Beberapa mobil bak terbuka yang biasa digunakan untuk membawa barang dagangan juga dijejerkan di halaman kantor. Kedatangan para pedagang ini sebagai respon atas surat Kepala Disperindagkop dan UMKM Ajer Supriyono yang dilayangkan, Selasa (12/9) lalu.

Dalam suratnya, Ajer meminta agar setelah pukul 07.00 Wita, seluruh aktivitas di lokasi pasar subuh/bongkaran harus sudah selesai dan pedagang bisa melanjutkan berjualan di Los Agro, yang berada tak jauh dari lokasi awal. Setelah pukul 07.00, pedagang pasar subuh/bongkaran yang sudah memiliki lapak di Los Agro diminta berjualan di lapaknya masing-masing.

Bagi pedagang yang tidak memiliki lapak, dipersilahkan berjualan di lapak-lapak yang kosong. Dalam suratnya, Ajer juga menegaskan bahwa pedagang yang tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut akan ditertibkan.

Informasi yang dihimpun Tribun, awalnya, pendirian pasar subuh ini hanya untuk mengakomodir para pedagang yang tidak bisa tertampung di Los Agro, yakni pusat penjualan bahan-bahan kebutuhan pokok di dalam komplek Pasar Induk.

Namun belakangan, pedagang di Los Agro lebih memilih berjualan di pasar subuh. Alasannya, lokasi berjualan lebih luas dan lebih banyak pembeli. Bahkan belakangan, Los Agro yang notabene adalah pasar resmi mulai ditinggalkan masyarakat. Hal inilah yang menjadi alasan utama Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Bulungan ingin menertibkan aktivitas di pasar subuh tersebut.

Pak Butet, seorang pedagang pasar subuh meminta agar Disperindagkop menyediakan lokasi baru yang layak. Dia menyebut bahwa lokasi Los Agro sangat sempit, dan tidak mampu untuk menampung seluruh dagangan yang biasa dijajakan di pasar subuh. "Kami minta disiapkan tempat yang layak," ujar Pak Butet.

Kepala Bidang Perdagangan Diperindagkop dan UMKM Kabupaten Bulungan Hamri mengatakan bahwa aktivitas pasar pagi ini sudah melanggar ketentuan yang ada. Hamri menuturkan, sesuai ketentuan yang berlaku, lokasi yang saat ini digunakan untuk lokasi pasar subuh/bongkaran harusnya sudah bersih dari aktivitas jual beli pada pukul 07.00. Namun kenyataannya, pedagang masih berjualan hingga di atas pukul 08.00.

Dengan jenis barang dagangan yang hampir sama, pembeli di tempat resmi yakni Los Agro yang berada tak jauh dari lokasi pasar subuh menjadi sepi. Dan terkait hal ini, sejumlah pedagang yang ada di Los Agro mengaku keberatan.

"Pembeli jadi ke sana (pasar subuh) saja. Karena kebutuhannya sudah didapat di pasar subuh, Los Agro jadi sepi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help