TribunKaltim/

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Diperkirakan Rp 100 Ribu, Dewan Minta Kajian Dulu

Wacana tarif tol Balikpapan-Samarinda Rp 100 ribu hingga kini belum bisa dipastikan. Proyek pembangunan jalan tol yang menelan dana triliunan rupiah

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Diperkirakan Rp 100 Ribu, Dewan Minta Kajian Dulu
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Agus Suwandy (Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim)

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wacana tarif tol Balikpapan-Samarinda Rp 100 ribu hingga kini belum bisa dipastikan. Proyek pembangunan jalan tol yang menelan dana triliunan rupiah melibatkan dana APBD Kaltim, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan dana pinjaman dari Tiongkok tersebut masih dalam proses pengerjaan.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kaltim Agus Suwandy menjelaskan, penentuan tarif tol saat ini belum bisa dipastikan. Secara keseluruhan dari segmen 1 sampai 5 belum selesai 100 persen. Menurutnya, pembangunan tol Balikpapan-Samarinda yang menggunakan dana APBD Kaltim hanya segmen 1, Balikpapan sampai Samboja.

Baca: Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Termahal di Indonesia, Ini Perbandingannya

"Kalau dipatok tarif Rp 100 ribu, dari mana ke mana? Apakah segmen 1 saja atau dari Balikpapan-Samarinda? Jadi perlu diketahui, bahwa jalan tol ini dibiayai tidak hanya pakai dana APBD saja. Ada beberapa segmen dibiayai BPJT dan segmen V dibiayai dana pinjaman dari investor Cina," kata Agus kepada Tribun, Kamis (14/9) malam.

Penentuan tarif jalan tol, lanjut dia, tidak bisa ditentukan sendiri oleh pemerintah daerah. "Karena ada investasi dari BPJT dan pinjaman dari Cina. Jadi itu perlu melibatkan investor dan BPJT untuk menentukan tarif tol Balikpapan-Samarinda," lanjut politisi Partai Gerindra.

Agus mempertanyakan, apakah wacana tarif tol Balikpapan-Samarinda Rp 100 ribu itu untuk semua jenis kendaraan? "Seperti tol Cipularang, itu tarifnya Rp 75 ribu. Setiap jenis kendaraan berbeda tarifnya. Misalnya Truk jenis kontainer berapa tarinya? Mobil truk berapa, dan mobil umum berapa tarifnya?" tutur Agus.

Baca: Pastikan Reklamasi Pulau C dan D Dilanjutkan, Luhut: Tidak Ada yang Bisa Challenge Kami

Terpisah, anggota Komisi III Dahri Yasin menambahkan, yang memiliki hak menentukan tarif adalah pihak-pihak yang memiliki investasi di proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda.

"Ada pemerintah daerah, ada anak perusahaan BUMN yaitu Badan Pengelola Jalan Tol. Dan pihak investor asing negara Tiongkok yang meminjamkan pembiayaan jalan tol," kata Dahri.

Ketiga pihak itu, akan membahas penentuan tarif sebagai pemegang saham. Tetapi, menurut Dahri, sebelum ditentukan tarif tol maka diperlukan kajian lebih dulu.

Baca: VIDEO - Miris, Gadis Ini, Tulangnya Bengkok hingga Hanya Bisa Ngesot, Ditinggalkan Orangtua Pula

Kajian tersebut untuk menjadi dasar penetapan tarif tol dengan melakukan perbandingan dari jarak dan jumlah kendaraaan ataupun pengguna jalan tol.

"Jadi sebelum DPRD menyetujui tarif tol, harus ada kajian tarif dan studi banding ke proyek-proyek tol yang sudah dibuka secara umum. Kalau sekarang sudah ditentukan tarif itu, selesainya pembangunan tol itu kapan," pungkasnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help