TribunKaltim/

Pembebasan Akses Jembatan Pulau Balang

Bupati PPU Yusran Aspar Minta Provinsi Anggarkan Ganti Rugi Rp 20 Miliar

Bupati PPU desak pemprov Kaltim anggarkan dana pembebasan lahan akses ke Jembatan Pulau Balang Rp 20 miliar pada APBD 2018 mendatang.

Bupati PPU Yusran Aspar Minta Provinsi Anggarkan Ganti Rugi Rp 20 Miliar
Istimewa
Jembatan Pulau Balang bentang pendek dari sisi Kabupaten PPU telah rampung. Ditargetkan 2019 mendatang jembatan ini sudah bisa digunakan 

PENAJAM,TRIBUN- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar mengaku, sudah bersurat kepada Pemprov Kaltim untuk menganggarkan pembebasan lahan akses Jembatan Pulau Balang di APBD 2018 tahun depan.

Karena di APBD Perubahan 2017 ini provinsi hanya menganggarkan Rp 5 miliar, sementara kebutuhan keseluruhan mencapai Rp 20 miliar.

Jembatan Pulau Balang bentang pendek dari sisi Kabupaten PPU telah rampung. Ditargetkan 2019 mendatang jembatan ini sudah bisa digunakan
Jembatan Pulau Balang bentang pendek dari sisi Kabupaten PPU telah rampung. Ditargetkan 2019 mendatang jembatan ini sudah bisa digunakan (Istimewa)

Yusran, Senin (25/9) mengatakan, dengan keterlambatan pembayaran ganti rugi ini sehingga jelas menganggu pembangunan terutama akses menuju jembatan.

Baca: Penajam Dapat Jatah 10.500 Sertifikat Gratis

Baca: Tunjangan Transportasi untuk Pimpinan Dewan di PPU sekitar Rp 12, 325 Juta

Baca: Wali Kota Syaharie Jaang Jadi Saksi Perkara TPPU Pelabuhan Palaran

“Mau tidak mau anggaran Rp 5 miliar ini dulu yang dimaksimalkan untuk dibayarkan kepada pemilik lahan, nanti sisanya di APBD Murni 2018," kata bupati.

:Kemudian administrasi pembebasan lahan ini sudah harus selesai tahun ini, sehingga tahun depan tinggal dilakukan pembayaran,” katanya.

Bupati Yusran Aspar saat menyerahkan nota kesepakatan peminjaman Rp 348 miliar kepada Direktur PT SMI, Edwin Syahruzad.
Bupati Yusran Aspar saat menyerahkan nota kesepakatan peminjaman Rp 348 miliar kepada Direktur PT SMI, Edwin Syahruzad. (istimewa/ tribunkaltim)

Ia menilai adanya permasalahan lahan ini karena perencanaan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang dilakukan Pemprov Kaltim kurang matang.

Karena rencana pembangunan yang dimulai sejak 1997 lalu, tenyata sampai sekarang belum menyelesaikan pembebasan lahan, padahal seharusnya sudah rampung tahun 2000 lalu.

Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help