TribunKaltim/

Tiga Hari Menggeledah Kantor Pemkab Kukar, Giliran Ruang Distanak yang Disegel

Penyidik KPK melanjutkan penggeledehan sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara, Kamis (28/9).

Tiga Hari Menggeledah Kantor Pemkab Kukar, Giliran Ruang Distanak yang Disegel
Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Tim penyidik KPK terus melakukan penggeledahan sejumlah kantor Pemkab Kukar 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyidik KPK melanjutkan penggeledehan sejumlah kantor di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara, Kamis (28/9). Kali ini giliran Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) di Jalan Ahmad Yani, Tenggarong yang digeledah. Petugas KPK mengendarai mobil yang diparkir di depan gedung.

Penyidik langsung memeriksa mobil dinas Sumarlan, Kepala Distanak Kukar. Rombongan KPK menyisir 11 ruang, terdiri 8 bidang dan 3 sub bagian. Bahkan penyidik menyegel ruang bidang di Kantor Distanak.

Baca: Bupati Rita Diduga Terima Rp 6 Miliar dari Hery Susanto untuk Izin Perkebunan

Pantauan Tribun, dua ruangan Bidang Prasarana dan Sarana disegel. Kedua ruangan ini ditempel stiker bertuliskan "Disegel KPK". Ruangan berada di bagian depan kedua sisi tangga. Ruang yang disegel ini dijaga beberapa polisi. Seorang staf tak bisa masuk ke ruang yang disegel.

"Saya mau ambil barang saya di dalam laci. Ternyata ruangannya disegel. Tadi saya keluar mengantarkan anak saya sekolah," tutur staf yang enggan menyebutkan namanya.

Usai penggeledahan tadi malam sekitar pukul 21.30 WITA, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar Sumarlan mengatakan penggeledahan ini terkait penetapan status tersangka Bupati Kukar Rita Widyasari. "Saya hanya memberikan akses kepada KPK menjalankan tugas mereka sesuai SOP. Saya tidak menghalang-halangi," kata Sumarlan.

Baca: Borneo FC U-19 Buru Predikat Juara Grup, Target Tiga Poin Lawan Persiba

Ia menyebutkan seluruh ruang sempat disegel di 2 unit gedung. "Seluruh ruang disegel karena akan digeledah, maklum tenaganya (KPK) sedikit," tuturnya. Sejumlah dokumen juga dibawa KPK, tapi Sumarlan tidak tahu pasti dokumen yang dibawa.

"Saya tidak mendampingi KPK ke semua ruang, jadi tidak tahu dokumen apa yang dibawa," ucapnya.

Ia juga mengaku tidak ada diinterogasi petugas KPK, melainkan hanya mendampingi. Ditanya sempat tegang saat kantornya digeledah KPK, Sumarlan hanya tertawa sembari berlalu menuju ke mobilnya. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help