TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Prihatin dengan Rita Widyasari, Isran Noor Bilang KPK Langgar Hak Asasi

Kandidat bakal calon gubernur Kaltim, Isran Noor angkat bicara soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prihatin dengan Rita Widyasari, Isran Noor Bilang KPK Langgar Hak Asasi
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Kandidat bakal calon gubernur Kaltim Isran Noor duduk disamping calon pendampingnya Hadi Mulyadi, di kediamannya Jalan Adipura, Samarinda, Ranu (4/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO,  SAMARINDA - Kandidat bakal calon gubernur Kaltim, Isran Noor angkat bicara soal keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan tersangka RIW pejabat Bupati Kutai Kartanegara.

Upaya penegakan hukum KPK disebut-sebut Isran banyak melanggar hak asasi manusia karena dianggap kerjanya tidak benar selama melakukan penegakan hukum.

"Saya prihatin dengan kondisi itu. Saya menganggap itu "terkesan" aparat hukum KPK mencari-cari masalah orang. Saya bukan suka atau tidak suka dengan cara seperti itu," tegas Isran disambut applaus (tepuk tangan) dari pendukungnya, dalam jumpa pers silaturahmi Isran Noor-Hadi Mulyadi, di kediamannya Jalan Adipura, Samarinda, Rabu (4/10/2017).

Menurut dia, kinerja KPK dianggap banyak melanggar hak-hak azasi manusia.

Baca: Rita Widyasari Tersangka - Ini Jadwal Pemeriksaan Perdana oleh KPK, Khairudin Juga akan Diperiksa

Baca: Nasib Timnas Perancis dan Belanda Ditentukan Pekan Depan

Baca: Gunung Agung Kritis, Jumlah Pengungsi Capai 141.072 Jiwa

"Bisa kita bayangkan, Ibu Rita sedang melaksanakan pemerintahan. Bisa dibayangkan, kejadian itu dalam psikologis dia. Pemerintahan bisa tidak jalan, rakyat perlu pelayanan. Itukan (membuat) tidak konsentrasi. Sangat prihatin," tuturnya.

Dengan demikian, Isran menegaskan, mendukung penuh upaya Komisi III DPR RI, segera mengeluarkan rekomendasi, agar diperbaiki kinerja KPK.

"‎Bener supaya diperbaiki, apakah itu sumber KPK, cara kerjanya, prosedur KPK-nya, UU Tipikornya. Itu malaikat jadi pejabat, (bisa) masuk penjara," kata mantan Bupati Kutai Timur, sambil menyindir.

Ia menyayangkan kinerja KPK sebagai aparat penegak hukum yang diberikan kewenangan lebih (lembaga superbodi), tidak melakukan tugasnya melakukan pencegahan.

"Saya sudah lama, KPK itu banyak kerjaannya tidak benar. Kenapa? Dia hanya berusaha melakukan tindakan Tapi program pencegahannya utamanya tidak dilakukan‎. Bukan belum, tidak," tegas Isran yang duduk didampingi Istrinya Norbaiti dan calon pendampingnya Hadi Mulyadi.

Proses penegakan yang harus dilakukan KPK, agar mengingatkan pejabat-pejabat daerah dan negara tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

‎"Saya sudah lama di politik tahun 2011, satu-satunya pejabat yang bilang KPK, ketika dia menangkap Amran Batalipu‎. Saya bilang biadab tuh KPK," tutur Isran mengenangnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help