TribunKaltim/

Balikpapan Ditarget 5.200 Sertifikat Tanah Gratis, Ini Permasalahan dalam PSTL

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sedang gencar dilaksanakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Balikpapan Ditarget 5.200 Sertifikat Tanah Gratis, Ini Permasalahan dalam PSTL
DOK
Hetifah, Anggota DPR RI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sedang gencar dilaksanakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Dari target 5 juta se-Indonesia yang diberikan Presiden Joko Widodo, Kantor Pertanahan Wilayah Kaltim mendapatkan target 82.000 sertifikat.

Dari target tersebut, Kantor Pertanahan Balikpapan mendapatkan target 5.200 sertifikat. Sampai saat ini baru tercapai 14,85% sertifikasi.

Dalam rangka mendukung program tersebut, Senin (6/11), Kantor Pertanahan Balikpapan menggelar Diskusi Pertanahan mengundang Camat dan Lurah se-Balikpapan.

Baca: Sempat Marah soal Izin Transmart, Jaang Minta Maaf ke Kepala BPTSP

Hadir pada diskusi ini, Kepala Kantor Pertanahan Balikpapan Didik Bangun, Anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjaifudian, Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bahrunsyah, Ketua Ombudsman Provinsi Kaltim Syarifah Rodiah.

Didik memaparkan, PTSL merupakan program sertifikasi gratis yang banyak sekali manfaatnya seperti memproteksi hak-hak warga. PTSL ini juga tidak dipungut biaya sepanjang untuk masalah pertanahan.

"Biaya yang muncul untuk pajak, materai dan penyiapan-penyiapan teknis di lapangan," kata Didik.

Baca: PTSL di Balikpapan Baru 14, 85% dari Target 5.200 Sertifikat, Hetifah Minta Libatkan Masyarakat

Didik tidak menampik adanya beberapa permasalahan dalam PTSL. Misalnya seperti pemohon tidak dikenal, Izin Membuka Tanah Negara (IMTN) bermasalah, patok atau batas tanah tidak jelas, adanya beberapa masyarakat yang kurang antusias, hingga keterlambatan IMTN.

Staf ahli Menteri ATR BPN Bahrunsyah, mengapresiasi Hetifah yang mau terjun langsung untuk berdialog, meninjau, memonitor hingga membantu penyelesaian masalah-masalah yang muncul.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help