Ada Pemuda Bawa Bendera Malaysia saat Demo di Perbatasan Kaltara, Ini Penjelasan Kepala Adat

Aksi demonstrasi meminta MAF kembali diterbangkan dan melayani masyarakat perbatasan dan pedalaman, pada Senin (27/11) sempat membuat geger aparat.

Ada Pemuda Bawa Bendera Malaysia saat Demo di Perbatasan Kaltara, Ini Penjelasan Kepala Adat
Tribun Kaltara
TUNTUTAN WARGA PERBATASAN - Sejumlah warga berdemo di areal Landasan Bandara Datah Dian Kecamatan Sungai Boh, Malinau, Kalimantan Utara, Senin (28/11). (TRIBUN KALTIM/M PURNOMO SUSANTO) 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Aksi demonstrasi meminta MAF kembali diterbangkan dan melayani masyarakat perbatasan dan pedalaman, pada Senin (27/11) di beberapa daerah di Apo Kayan sempat membuat geger aparat. Menariknya, pengamatan Tribun Kaltim, terlihat dua bendera Malaysia berkibar di Bandara Perintis Sungai Boh.

Informasi di lapangan, awalnya aksi demonstrasi berjalan kondusif tanpa ada kericuhan. Namun, saat aparat mulai lengah ada dua pemuda Sungai Boh mengibarkan bendera Malaysia. Tidak lama setelah berkibar, aparat gabungan TNI dan Polri langsung menyita bendera tersebut.

Kepala Adat Besar Apo Kayan Ibau Ala menyatakan, pengibaran bendera Malaysia di Sungai Boh merupakan insiden dalam aksi demonstrasi tersebut. Peristiwa itu, menurutnya, bukanlah perencanaan awal aksi. Ibau tidak bisa membenarkan perbuatan itu.

Baca: Warga Perbatasan Tolak Pembekuan Izin MAF, Terucap Jangan Sampai Garuda di Dadaku Terlepas

"Perbuatan itu merupakan refleksi kekesalan dua orang pemuda kita di Apo Kayan, yang tidak sepakat penghentian penerbangan MAF di Apo Kayan. Namun, saya tidak membenarkan perbuatan itu dilakukan. Sudah pasti dalam jiwa dan raga kami masyarakat perbatasan dan pedalaman adalah NKRI," tegasnya saat dihubungi Tribun Kaltim melalui telepon, Senin (27/11), sore.

Diceritakan Ibau, pengibar bendera Malaysia merupakan pemuda yang biasa mencari kayu gaharu di Long Busang, Negara Bagian Serawak, Malaysia. Dua bendera tersebut menurut Ibau, didapatnya di daerah tersebut dengan cara dibeli.

"Dua bendera itu biasa digunakan oleh mereka untuk tidur di hutan. Nah, setelah mereka kembali ke Indonesia bendera itu tetap dibawa di dalam tas. Kebetulan juga, pas mereka pulang ada warga Sungai Boh demo. Saat itulah, mereka mengeluarkan bendera Malaysia itu. Jadi, bisa dikatakan itu diluar rencana aksi," paparnya.

Baca: Lagi, Sidang Tuntutan Abun Ditunda, Ini Alasannya

Awalnya, Ibau sudah melarang perbuatan melawan hukum saat pelaksanaaan demonstrasi. Ia juga sangat menyangkan atas terjadinya pengibaran dua bendera Malaysia. Namun, Ibau meminta kepada aparat agar memaafkan perbuatan dua pemuda tersebut.

"Mereka itu pemuda yang tidak tahu apa-apa. Mereka juga tidak mendapatkan pendidikan memadai selama ini. Janganlah perbuatan ini dianggap serius. Sebab, ini memang benar-benar kecelakaan saat aksi dan diluar dari rencana aksi," ujarnya.

Baca: Semua Kapal Ilegal Akan Dijaring TNI AL

"Saat ini juga, kami sedang di Jakarta bertemu dengan Menteri Perhubungan kalau bisa. Kami mau membicarakan soal penerbangan MAF. Sebab, kami di perbatasan dan pedalaman sudah sangat kesulitan karena penghentian penerbangan ini. Semoga saja, kita dapat bertemu sama Pak Menteri besok (Selasa)," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help