TribunKaltim/

Lihat Bill Gates, Mark Zuckerberg. JK Dorong Anak Muda Inovatif, Jangan Berharap Banyak Jadi PNS

Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin anak muda Indonesia inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru melalui teknologi informasi

Lihat Bill Gates, Mark Zuckerberg. JK Dorong Anak Muda Inovatif, Jangan Berharap Banyak Jadi PNS
Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika mengisi seminar nasional, Hilirisasi Inovasi Teknologi dan Start Up Bisnis, di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (4/12/2017) - KOMPAS.com/ MOH NADLIR 

TRIBUNKALTIM.CO, MALANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin anak muda Indonesia inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru melalui teknologi informasi atau perusahaan start up seperti di Silicon Valley, Amerika Serikat.

"Kita lihat di Silicon Valley di AS, bagaimana menggabungkan pendidikan, teknologi dengan dunia usaha anak-anak muda yang inovatif," kata Kalla di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (4/12/2017).

Kalla pun ingin akan ada kepala daerah yang punya perhatian dan mimpi yang sama untuk membangun "Silicon Valley" baru di Indonesia. Harapannya, hal tersebut akan bisa memajukan Indonesia dari segi teknologi.

"Saya harap pemerintah daerah juga bersama-sama bagaimana membentuk suatu Silicon Valley yang membuat bermacam-macam. Sehingga anak-anak muda yang kreatif dapat bekerja bersama dan nyaman karena semua inovator itu tidak punya jam kerja," kata dia.

Saat ini, anak-anak muda di Tanah Air, "mau, tak mau" harus menciptakan peluang wirausaha baru, khsususnya di bidang teknologi tersebut. Tujuannya, agar selamanya Indonesia tak hanya menjadi "konsumen" perusahaan-perusahaan teknologi asing.

"Itu prinsip yang apabila tidak kita ajarkan kepada mahasiswa kita akan tetap menjadi konsumen," kata Kalla.

Untuk itu, Kalla menegaskan, ia ingin anak-anak muda Indonesia usai lulus kuliah tak berbondong-bondong ikut masuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Bagaimana anak muda tidak lagi memilih menjadi PNS. Anak-anak kita yang lulus ini, dia harus bekerja sebagai pengusaha sendiri," ucap Kalla.

"Tapi harus mempunyai ide yang harus dikembangkan bersama-sama. Lihatlah sekali lagi sejarah Bill Gates (Microsoft), Mark Zuckerberg (Facebook) itu," kata dia.

JK memang tak berhenti mengingatkan anak-anak muda untuk lebih inovatif. Imbauan semacam ini juga pernah ia sampaikan saat berkunjung ke Institut Teknologi Lampung, 6 Oktober 2017. Menurutny, sukses seseorag tidak ditentukan dengan menjadi PNS.

Ia melihat antusiasme anak-anak muda yang berbodong-bondong mendaftar menjadi pgawai pemerintah. Sebagai gambaran, tahun ini saja tercatat 60 kementerian dan lembaga serta pemda membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftarkan diri mengikuti perekrutan PNS.

Badan Kepegawaian Negara merilis ada 1.295.925 orang yang mendaftarkan diri dalam momen tersebut. Bahkan JK meneyebut lebih dari 2 juta orang. Yang diterima hanya 25.000.

Menurut JK, kemajuan negara tidak tergantung dari besarnya PNS. Malah tidak sedikit negara yang sulit untuk maju gegara sebagia besar warganya berharap hanya menjadi PNS. Birokrasi menjadi lamban. Mereka menjadi tak tertantang untuk lebih inovatif.

Kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh integritas, inovasi dan kemauan warganya yang kuat untuk berpikir ke depan.

[Moh.Nadlir]

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help