Setelah Sempat Putus Diterjang Banjir, Jembatan Masehu Bisa Dilewati Kembali

Satu-satunya akses terdekat menuju Kecamatan Malinau Selatan Hulu (Masehu) saat ini berangsur normal.

Setelah Sempat Putus Diterjang Banjir, Jembatan Masehu Bisa Dilewati Kembali
tribunkaltim/arijwana
Jalan putus akhirnya bisa kembali dilewati. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Satu-satunya akses terdekat menuju Kecamatan Malinau Selatan Hulu (Masehu) saat ini berangsur normal. Jembatan yang putus karena diterjang banjir beberapa waktu lalu saat ini sudah dapat digunakan kembali oleh warga Masehu.

Kerjasama apik antara pihak kecamatan, PT KIP dan masyarakat sekitar membuat jembatan ini terhubung kembali.

Konstruksi jembatan ini sendiri, merupakan perpaduan antara gelondongan kayu besar sebagai landasannya dengan hamparan tanah diatasnya. Jembatan ini, merupakan jembatan sementara yang dibangun oleh mitra PT Inhutani yakni PT KIP sebagai sarana bagi perusahaan yang bergerang pada bidang kehutanan itu mengangkut kayu dari hutan.

Baca: Kabar Gembira buat Warga Kutim, Bayi Lahir Bisa Langsung Punya KIA

Camat Masehu Juari Lakai menyatakan, akibat terputusnya jembatan tersebut membuat masyarakat di beberapa desa di kecamatan Masehu mengalami kesulitan. Terlebih, saat putusnya jembatan itu menjelang perayaan ibadah Natal. Aktifitas masyarakat untuk hilir dan mudik dari Masehu ke pusat pemerintahan sempat terputus.

"Kita biasa sebut jembatan itu, dengan nama jembatan Metut. Jembatan itu berada di wilayah desa Metut. Setelah putus beberapa waktu lalu, masyarakat sekitar terpaksa harus memodifikasi jembatan secara swadaya agar jembatan masih bisa dilalui. Caranya, dengan memasang papan-papan kayu yang hanya pas untuk dilalui sebuah motor," paparnya saat dihubungi Tribun melalui telepon selularnya beberapa waktu lalu.

Baca: Mestinya Amankan Natal, Polwan Ini Malah Ngamar di Hotel, Pasangannya Mengagetkan

"Saat itu masyarakat harus bergantian melalui jembatan itu. Banyak masyarakat Masehu kala itu, menggunakan jembatan untuk berbelanja kebutuhan barang pokok. Terutama, kebutuhan untuk menyambut Natal. Bagi pengendara mobil, mereka harus memutar lebih jauh melalui jalan Mirau. Ya kalau dihitung, jauhnya dua kali lipat dari jalur biasa. Sekira kurang lebih 6 jam baru sampai kalau mutar lewat jalan Mirau," lanjut Juari.

Disampaikan Juari, selesainya perbaikan jembatan Metut sekira dua hari sebelum perayaan Natal. Bersyukur, dikatakan Juari, jembatan bisa diselesaikan secepat itu. Sebab, apabila tidak selesai maka akan berdampak pada sulitnya masyarakat Masehu memenuhi kebutuhan pokok. Apalagi, ditegaskan Juari, saat itu kebutuhan pokok masyarakat di Masehu mulai menipis.

Baca: Usung Dedi Mulyadi Untuk Pilkada Jabar, Golkar Berniat Gandeng PDIP dan Hanura

Dari putus sampai tersambungnya lagi jembatan itu, sekira satu bulan lebih. Jadi, cukup lama juga. Selama putus jembatan itu, masyarakat Masehu bertahan dengan kondisi yang ada. Lama kelamaan kebutuhan yang ada mulai menipis. Tapi, setelah tersambung lagi maka terselamatkanlah kami. Meskipun, sebenarnya ada jalan alternatif. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help