Subsidi Penerbangan ke Perbatasan Malinau Habis, Pemkab masih Tunggu Lelang

Bagi masyarakat perbatasan dan pedalaman perlu diketahui bahwa hari ini subsidi penerbangan ke daerah perbatasan telah habis.

Subsidi Penerbangan ke Perbatasan Malinau Habis, Pemkab masih Tunggu Lelang
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Maskapai penerbangan Susi Air saat mendarat di Bandar Udara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Bagi masyarakat perbatasan dan pedalaman di Malinau perlu diketahui bahwa hari ini subsidi penerbangan ke daerah perbatasan dan pedalaman telah habis.

Sedikitnya, Rp 7 miliar dialokasikan Pemkab Malinau selama 2017 untuk memenuhi kebutuhan penerbangan di Malinau. Anggaran ini lebih kecil dari tahun sebelumnya yakni Rp 15 miliar.

Kepala Bagian Ekonomi Setkab Malinau Yuli Triana mengungkapkan, terhitung sejak Rabu (27/12) seluruh kuota penerbangan yang telah ditetapkan sesuai hasil lelang kepada dua pemenang lelang penerbangan perbatasan dan pedalaman, yakni maskapai Susi Air dan Mission Aviation Fellowship (MAF) telah berakhir.

Baca: Setelah Sempat Putus Diterjang Banjir, Jembatan Masehu Bisa Dilewati Kembali

"Saat ini, kita menunggu lelang selanjutnya yang belum diketahui kapan. Biasanya nanti di semester pertama 2018 baru lelang dan baru bisa menjalankan penerbangan. Harapan kita, setelah habis kontraknya bisa langsung terbang di awal tahun dengan segera juga melaksanakan lelang. Tapi, kita belum tau seperti apa ini," jelasnya.

Desember ini lanjut Yuli, rutinitas penerbangan ke daerah perbatasan dan pedalaman semakin rutin dilaksanakan. Seperti pengalaman sebelumnya, telah terjadi habisnya kuota penerbangan menjelang akhir tahun karena belum rapinya penentuan jadwal penerbangan di Malinau. Oleh karenanya, Pemkab Malinau kembali mengatur jadwal penerbangan.

"Kalau untuk Malinau, mulai Rabu (6/12) kita jadwalkan penerbangan secara rutin. Ditambah jadwal penerbangan dari Kaltara, jumlah penerbangan semakin banyak. Setidaknya, ada tiga kali penerbangan ke daerah perbatasan dan pedalaman setiap minggunya. Ada 6 kecamatan dengan 7 bandara diterbangi oleh maskapai," paparnya.

Baca: LIVE STREAMING - Manchester United vs Burnley - Boxing Day Tayang Sekarang, Momen Bangkit!

Di kecamatan Kayan Hilir lebih diistimewakan, karena ada daerah yang benar-benar terisolir. Jadi, untuk kecamatan tersebut ada dua bandara yang dilandasi pesawat, yakni Desa Data Dian dan Desa Long Sule. 5 kecamatan lainnya, yakni Kayan Hulu, Selatan, Sei Boh, Pujungan dan Bahau Hulu. Itu semua kecamatan perbatasan dan pedalaman.

Dua maskapai yang disebutkan Yuli, tidak semuanya menjalankan kontrak hingga selesai. Dibeberkan Yuli, setelah bekukan izin terbang dari maskapai MAF membuat tidak seluruh rute penerbangan MAF yang ditentukan dapat dipenuhi.

Baca: Kabar Gembira buat Warga Kutim, Bayi Lahir Bisa Langsung Punya KIA

Artinya, disampaikan Yuli, MAF tidak menyelesaikan lelang. Sisa penerbangan MAF diserahkan kepada Susi Air untuk menyelesaikannya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help