TribunKaltim/

Pembangunan Pasar Senja di Berau Terancam Batal, Ini Penyebabnya

Rencana Pemkab Berau untuk membangun Pasar Senja, di Kecamatan Sambaliung terancam batal

Pembangunan Pasar Senja di Berau Terancam Batal, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Kepala Disperindagkop, Wiyati (kiri) saat berkunjung ke Pasar Senja 

TRIBUNKALTIM.CO –  Rencana Pemkab Berau untuk membangun Pasar Senja, di Kecamatan Sambaliung terancam batal. Pasalnya, setelah dilelang akhir tahun 2017 lalu, tidak ada yang mengajukan penawaran.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau. Wiyati mengatakan, gagalnya pembangunan Pasar Senja lantaran waktu pengerjaan yang tidak mencukupi.

Baca: Baru Tahu, Ini Alasan Orang Bule Tinggal Serumah dengan Pasangan Tanpa Menikah

“Sudah sampai tahap lelang, tapi tidak ada (kontraktor) yang berani menawar, karena masa kerjanya yang singkat hanya 3 bulan. Mereka khawatir tersangkut dengan masalah administrasi,” ungkapnya, Jumat (12/1/2018).

Ditambahkannya, pembangunan Pasar Senja ini menggunakan APBN yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). “Dak tidak bisa dianggarkan ulang, kalau tidak bisa dibangun tahun ini (anggaran) dianggap Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran), dan Silpa ini ditentuakan pemerintah pusat digunakan untuk apa, apakah nanti dianggarkan lagi atau tidak terserah pemerintah pusat,” jelasnya.

Mesi demikian, Wiyati mengatakan, Pemkab Berau tetap berusaha untuk mengajukan permohonan kembali. “Kami masih mengharapkan pembangunan itu bisa diprogramkan kembali melalui DAK,” tandasnya.

Baca: Baru 2 Bulan Keluar Penjara, SM Kembali Berulah, Begini Akibatnya

Seperrti diketahui, Pasar Senja merupakan pasar tradisional yang awalnya bersifat dadakan. Namun lama kelamaan, pasar ini menjadi pusat perekonomian masyarakat di Kecamatan Sambaliung. Pasalnya, pasar induk lokasinya sangat jauh dari kecamatan ini.

Namun tahun tahun 2018 ini, Pemkab Berau mendapat anggaran sebesar Rp 3,6 miliar untuk tiga pasar rakyat di lahan yang siap bangun dan dihibahkan oleh pemerintah kampung kepada Pemkab Berau. Pasalnya, salah satu persyaratan adalah kejelasan status lahan.

Ada tiga kampung yang akan dibangun pasar, yakni Labanan, Pegat Bukur dan Merancang Ilir yang sudah pasti akan dilaksanakan tahun 2018 ini. “Tanggal 15 Januari (2018), nanti kita akan melakukan koordinasi dengan pusat untuk membahas DAK dan menyampaikan status lahan yang kita ajukan,” imbuhnya.

Baca: Apapun Masalah Kamu Hindari Stres! Begini Sains Menjelaskan Bahayanya Terhadap Kesehatan Tubuh

Wiyati juga mengatakan, Pemkab Berau akan terus berupaya mengajukan permohonan pembangunan pasar atau pusat-pusat perekonomian di kampung, sesuai dengan program pemerintah pusat. Di 2017, pemerintah pusat menargetkan pembangunan 5 ribu pasar.

Baca: Aliran Dana Untuk Setya Novanto di Kasus e KTP Dilakukan Tanpa Transfer, Begini Prosesnya

“Sedangkan di tahun 2018 ini menjadi 10 ribu pasar, karena itu kami terus berupaya membangun pasar di seluruh kampung,” tandasnya. Sekadar diketahui, di Kabupaten Berau terdapat 100 kampung dan 10 kelurahan.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help