KLB Difteri

Posyandu untuk Vaksin Difteri Tutup Sementara, Warga Diminta Jangan Panik, Ini Penyebabnya

Jika masyarakat mendapati Posyandu di wilayahnya tutup, bukan berarti GICD sudah dihentikan.

Penulis: tribunkaltim | Editor: Adhinata Kusuma
tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo
Pemberian vaksin difteri di Kota Samarinda 

SAMARINDA, TRIBUN - Sejumlah posyandu yang ditugaskan melakukan Gerakan Imunisasi Cegah Difteri (GICD)/ Outbreak Response Immunization (ORI) kepada anak berusia di bawah 7 tahun dipastikan tutup untuk sementara waktu.

Penyebabnya, petugas-petugas yang ada di Posyandu tersebut mengaku kelelahan melayani imunisasi ribuan warga selama 3 hari berturut-turut dan meminta libur.

Seperti diketahui, sejak 15 Januari 2018 lalu, Pemkot Samarinda telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus difteri yang terjadi di Kota Samarinda. Kota Samarinda menjadi daerah keempat di Provinsi Kaltim setelah Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat, yang sudah menetapkan status KLB Difteri di wilayahnya.

Baca: Pusat Janji Sediakan Vaksin Difteri Awal Februari

Baca: Dua Minggu 32 Kasus Difteri Ditemukan, Dominan di Kota Ini

Berkaitan dengan KLB, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Samarinda akan melakukan GICD, dengan kriteria: anak umur 2 bulan sampai dengan 7 tahun akan dilakukan imunisasi di Posyandu. Sementara untuk kriteria di umur di atas 7 tahun hingga 19 tahun, akan dilakukan imunisasi di sekolah.

Dan untuk warga dengan umur di atas 19 tahun, diharapkan bisa melakukan imunisasi mandiri dengan biaya sendiri di fasilitas kesehatan (faskes) yang ada, atau praktik-praktik dokter yang ada di Kota Samarinda.

Hingga Selasa (16/1) sudah ada sebanyak 22.588 orang se-Kota Samarinda yang sudah mengikuti GICD. Dan khusus hari, Selasa (16/1), ada sebanyak 12.688 anak yang berusia di bawah 7 tahun yang mengikuti imunisasi di seluruh Posyandu yang tersebar di Kota Samarinda.

Perawat mengantarkan makanan untuk pasien suspect difteri yang dirawat di ruang isolasi yang ada di ruang anak RSUD AW Syahranie Kota Samarinda, Jumat (5/1/2018).
Perawat mengantarkan makanan untuk pasien suspect difteri yang dirawat di ruang isolasi yang ada di ruang anak RSUD AW Syahranie Kota Samarinda, Jumat (5/1/2018). (Tribun Kaltim/Doan Pardede)

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi DKK Samarinda, Osa Rafshodia di kantor DKK Samarinda, Rabu (17/1) menyampaikan, jika masyarakat mendapati Posyandu di wilayahnya tutup, bukan berarti GICD sudah dihentikan.

Posyandu ini hanya akan tutup untuk sementara waktu dan akan kembali buka beberapa hari kemudian. Dan selama Posyandu tutup, imunisasi di Puskesmas tetap akan dibuka.

"Beberapa Posyandu besok (hari ini) itu tidak melayani. Bukan karena tutup tapi karena mengatur jadwal lagi. Jadi ditunda. Mereka kan sudah 3 hari bekerja terus, jadi istirahat dulu," ujarnya.

Dia juga meminta agar masyarakat tak perlu datang berbondong-bondong ke Posyandu. Kondisi seperti ini menurutnya turut berkontribusi mengakibatkan petugas cepat lelah. Dia memastikan bahwa vaksin difteri cukup untuk kebutuhan GICD di masing-masing wilayah. "Jadi masyarakat itu nggak perlu berbondong-bondong. Tetap tenang," ujarnya.

Ilustrasi Difteri
Ilustrasi Difteri (Grafis Tribunkaltim.co/ Arief Zulkifli)

Sementara untuk GICD untuk anak berusia 7 -19 tahun, sudah dilakukan kepada sebanyak sekitar 2.100 anak. Dan rencananya, GICD massal untuk anak usia di atas 7 tahun akan dimulai minggu depan. Khusus GICD di sekolah-sekolah ini akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidang Indonesia (IBI), dan sejumlah organisasi profesi lainnya. Kegiatan ini akan dimulai di sekolah-sekolah yang ada di Kelurahan Pelita, Sungai Pinang Dalam, dan Kelurahan Sidomulyo.

"Tapi kalau tenaganya bisa banyak, sekaligus Kelurahan Bandara dan Gunung Lingai," katanya.

Sejak tanggal 31 Desember 2017 -17 September 2018, jumlah pasien difteri yang sudah pernah ditangani di RSUD AW Syahranie Kota Samarinda mencapai 31 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 orang masih dirawat di ruang isolasi RSUD AW Syahranie, dan 12 orang yang kondisinya sudah membaik telah diizinkan pulang. "Sampai kapan KLB ini, sampai tidak ada lagi pasien difteri yang datang ke rumah sakit," katanya. (dep)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved