TribunKaltim/

HTI Hadir 3 Dekade, Ini yang Diungkapkan Walhi. . . Duh Mengkhawatirkan!

Penguasaan kawasan hutan oleh industri yang dianggap rakus lahan ini, telah mengkonversi areal hutan.

HTI Hadir 3 Dekade, Ini yang Diungkapkan Walhi. . . Duh Mengkhawatirkan!
(TribunKaltim.co/Domu D Ambarita)
Hamparan hutan di pedalaman Kalimantan tampak dari udara. Foto diambil Rabu (24/8/2016) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Nalendro Priambodo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Alih-alih didorong sebagai bagian 'mengatasi' pembalakan liar, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai, tiga dekade keberadaan Hutan Tanaman Industri (HTI) atau lebih tepat disebut kebun kayu, malah menjelma menjadi predator bagi kawasan hutan alam dan kawasan ekosistem esensial lainnya, seperti ekosistem rawa gambut.

Diutarakan Direktur Eksekutif WALHI Kaltim, Fathur Roziqin Fen, penguasaan kawasan hutan oleh industri yang dianggap rakus lahan ini, telah mengkonversi areal hutan yang jumlahnya sangat mengkhawatirkan.

Baca: Ada 500 Personel Polri dan TNI Jaga Keamanan Gedung Graha Pemuda

Di Kaltim, kekhawatiran itu nampak jelas, WALHI Kaltim mencatat, dengan total luasan 42 perusahaan HTI yang mencapai 1,590.184 hektare menjadikan jumlah luasan ini hampir setara dengan luasan provinsi Bangka Belitung.

Bahkan, lanjut pria yang akrab disapa Iqin itu, lebih dari 50 persennya dikuasai group raksasa Asia Pulp and Paper -Sinar Mas Group dan APRIL.

Baca: Sebelum Tenggelam, Andi Sempat Peluk Ibunya, Ini Kisah Harunya

Situasi inilah jelas Iqin, ikut mengakibatkan perselisihan atau pertentangan klaim penguasaan, pengelolaan, pemanfaatan atau penggunaan kawasan hutan atau biasa disebut konflik tenurial semakin meningkat.

Dimana, sebagai indikator mengukur luasan dampak konflik tenurial ini, Walhi Kalimantan Timur menganalisis spasial berdasarkan luasan izin industri kehutanan dengan desa/kampung di Kaltim.

Baca: BREAKING NEWS - Asyik Selfie di Bawah Jembatan, Pemuda Ini Hanyut di Sungai Karang Mumus

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help