TribunKaltim/

Dapat Suntikan Dana dari Astra Rp 2 Triliun, Go-Jek Siap Ekspansi ke Papua

PT Astra International Tbk (ASII) makin agresif melakukan diversifikasi bisnis. Kali ini, ASII menyuntik dana investasi ke Go-Jek

Dapat Suntikan Dana dari Astra Rp 2 Triliun, Go-Jek Siap Ekspansi ke Papua
Reska K. Nistanto/KOMPAS.com
Kantor Go-Jek Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO, TRIBUN - PT Astra International Tbk (ASII) makin agresif melakukan diversifikasi bisnis. Kali ini, ASII menyuntik dana investasi ke perusahaan rintisan (startup) Gojek. Nilainya mencapai US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Direktur Utama ASII Prijono Sugiarto mengatakan, pihaknya tak ingin ketinggalan masuk dalam pertumbuhan ekosistem digital. Ia melihat adanya benang merah antara bisnis Astra dengan Gojek. Apalagi, saat ini Astra juga tengah merambah bisnis digital lewat Astra Digitalisasi Program (ADP).

Prijono menambahkan, dalam satu tahun, ASII bisa menjual 4,5 juta sepeda motor dan 600.000 mobil. Jika dikonsolidasikan, ASII memiliki lebih dari 10 juta-15 juta database kendaraan. "Bukan hanya jual mobil dan motor. Mudah-mudahan digitalisasi yang dilakukan Gojek bisa berkolaborasi dengan digitalisasi Astra," ujar Prijono kepada wartawan, Senin (12/2).

Baca: Nuansa Budaya di Pengundian Nomor Urut, Paslon Kompak Kenakan Pakaian Adat

ASII juga bisa mengolaborasikan bisnis lainnya dengan Gojek, seperti asuransi, perawatan kendaraan dan pembiayaan kendaraan bermotor dengan mitra Gojek. Saat ini ASII menggenggam 56% pangsa pasar kendaraan roda empat dan menguasai 75% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia.

Nadiem Makarim, CEO dan pendiri Gojek, mengatakan, investasi yang dilakukan ASII merupakan salah satu investasi terbesar. Ia bilang, ada banyak area bisnis yang dapat dieksplorasi Gojek bersama ASII. Salah satunya adalah ekspansi ke Papua.

Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas David Sutyanto mengatakan, masuknya ASII ke bisnis digital lewat Gojek akan berdampak positif. Menurut dia, hal ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi kelesuan industri otomotif.

Apalagi, persaingan bisnis di sektor ini makin ketat. "Jadi kalau bisnis utama kandas, ASII masih punya lini bisnis lain," ujar David.

Kendati demikian, David menilai investasi yang dilakukan ASII di Gojek tidak akan banyak mempengaruhi laporan keuangan ASII dalam waktu dekat. Dus, rasio keuangan ASII usai investasi ini belum akan banyak berubah.

Ekspansi ini juga belum akan mengubah haluan bisnis ASII secara signifikan. Menurut David, bisnis non-otomotif ASII yang paling potensial saat ini masih PT United Tractors Tbk (UNTR).

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help