TribunKaltim/

Alasan Ini yang Bikin Jusuf Kalla tak Mungkin Lagi Jadi Pendamping jokowi di 2019

Jimmy Z Usfunan, mengatakan bahwa peluang Kalla kembali berduet mendampingi Jokowi telah kandas.

Alasan Ini yang Bikin Jusuf Kalla tak Mungkin Lagi Jadi Pendamping jokowi di 2019
Jokowi dan JK. Foto ini diambil saat bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama bakal calon wakil presiden Jusuf Kalla, dalam acara deklarasi pasangan tersebut di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014). Pasangan itu diusung empat partai, yaitu PDI Perjuangan, NasDem, PKB, dan Hanura.(WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN) 

TRIBUNKALTIM.CO -  Wartawan senior terkemuka, John McBeth, dalam tulisannya di situs Asia Times pekan lalu menyebut Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) berpeluang kembali bersama di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Alasannya, Jokowi kesulitan memilih cawapres yang dapat membantu mengamankan pemilih tradisional Muslim.

Kalla pun dianggap sebagai sosok yang tepat karena dekat dengan umat Muslim.

Namun pakar hukum tata negara dari Universitas Udayana, Bali, Jimmy Z Usfunan, mengatakan bahwa peluang Kalla kembali berduet mendampingi Jokowi telah kandas.

"JK dengan Susilo Bambang Yudhoyono full lima tahun, dengan Jokowi 5 tahun," kata Jimmy, saat dihubungi Kompas, Selasa (13/2/2018).

Baca: Terkuak, Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan 2 Anak di Tangerang Ternyata Suami Sendiri

"Berarti tak dimungkinkan lagi ketika maju cawapres periode depan," katanya menegaskan.

Apalagi, kata Jimmy, Pasal 7 Undang-Undang Dasar 1945 telah jelas mengatur bahwa "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan”.

"Jadi, tak berarti dua kali masa jabatan itu dua kali berturut-turut, itu keliru," ujar dia.

"Jadi, mau berturut-turut atau tidak di dalam UU sudah tak bisa."

Halaman
123
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help