Tolak Rencana Ubah Plat, Sopir Travel Lebih Pilih Kucing-kucingan

Rencananya, pemilik kendaraan yang tercatat sebagai unit travel di Malinau akan diminta untuk mengganti plat hitam menjadi plat kuning.

Tolak Rencana Ubah Plat, Sopir Travel Lebih Pilih Kucing-kucingan
TRIBUNKALTIM/PURNOMO SUSANTO
TRAVEL PEDALAMAN - Kendaraan yang biasa digunakan oleh travel di daerah pedalaman dan perbatasan 

MALINAU, TRIBUN - Rencana penertiban angkutan umum di Malinau nampaknya akan menuai tentangan. Rencananya, pemilik kendaraan yang tercatat sebagai unit travel di Malinau akan diminta untuk mengganti plat hitam menjadi plat kuning. Namun, baru saja rencana tersebut dicetuskan langsung mendapat perlawanan dari para sopir dan pemilik kendaraan.

Perlawanan ini kebanyakan datang dari kendaraan yang digunakan untuk mengantar penumpang ke daerah pedalaman Malinau. Seperti, travel tujuan Kecamatan Malinau Kota-Malinau Selatan-Malinau Selatan Hilir yang jarak antar kecamatan ini cukup jauh dan menempuh perjalanan dengan kondisi jalan rusak. Sedikitnya 40 kendaraan travel menolak rencana itu.

Askar, salah satu sopir dan pemilik kendaraan travel dalam Malinau mengungkapkan, secara pribadi dirinya dan teman-temannya menolak rencana tersebut. Hal tersebut dikarenakan, masih banyaknya sopir travel di wilayah Kaltara belum mengganti plat hitam kepada plat kuning. Askar mencontohkan, kendaraan travel di Bulungan, Ibu Kota Provinsi Kaltara.

"Disana (Bulungan) saja, yang jelas-jelas pusat pemerintahan provinsi saja belum memberlakukan sistem seperti itu. Susah kalau kita menggunakan sistem plat kuning seperti itu. Otomatis, kalau kita mau mengantar penumpang ke luar Malinau harus meminta surat jalan dulu ke Dinas Perhubungan (Dishub) Malinau. Nah, kalau seperti itu kan repot jadinya," paparnya.

Sementara ini, disampaikan Askar, rekannya yang telah mengganti plat hitam ke plat kuning berjumlah sebanyak 4 kendaraan. Untuk membicarakan persoalan ini, sopir travel di Malinau telah mengadakan rapat, pada Senin (19/2), siang. Rapat ini nantinya, akan membicarakan soal langkah selanjutnya untuk menyikapi kebijakan penggantian plat tersebut.

"Seperti selentingan dari kawan-kawan, bahwa rapat menghasilkan pernyataan penolakan terhadap rencana tersebut. Apabila dipaksakan diberlakukan kebijakan tersebut maka rencananya, kita akan kucing-kucingan saja dengan instansi terkait saat melaksanakan antar jemput carter penumpang di luar area yang telah ditetapkan," tandasnya.

Keberatan untuk menjalankan kebijakan ini, dikatakan Askar, karena nantinya setelah berubah plat seluruh kendaraan travel harus menarik penumpang di terminal. Padahal, sudah menjadi kebiasaan supir travel di Malinau menarik penumpang dengan sistem perkenalan. Sehingga, cara pemesanan travel kebanyakan melalui telepon selular.

"Kebanyakan, penumpang yang kita bawa ini penumpang yang sudah kenal lama. Ya ada juga pelanggan baru. Semua itu hubungannya menggunakan handphone. Saat dikontak, baru kita jalan. Kalau misalnya plat kuning, kita sudah ditentukan rutenya dan harus standby di terminal. Jadi, kita tetap tidak akan mau masuk ke terminal untuk menghindari kebijakan ini," tuturnya. (ink)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help