Setiap Kampung di Berau Diwajibkan Punya BUMK untuk Memberdayakan Masyarakat Mengelola ADK

Secara keseluruhan, Pemkab Berau menganggarkan Rp 230 miliar dan pemerintah pusat memberikan Rp 80 miliar lebih untuk ADK/ADD.

Setiap Kampung di Berau Diwajibkan Punya BUMK untuk Memberdayakan Masyarakat Mengelola ADK
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Masyarakat kampung kini bisa membangun infastrukturnya sendiri dengan menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK) yang bersumber dari APBD Berau, atau Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBN. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Selain mendapat Alokasi Dana Kampung dan Alokasi Dana Desa (ADK/ADD) yang nilainya mencapai miliaran rupiah setiap kampung, aparatur kampung juga dituntut untuk memaksimalkan potensi daerahnya, untuk meningkatan pendapatan asli kampung, sehingga tidak selalu bergantung pada ADK.  

Secara keseluruhan, Pemkab Berau menganggarkan Rp 230 miliar dan pemerintah pusat memberikan Rp 80 miliar lebih untuk ADK/ADD.

Baca: Inilah Deretan Foto Mempesona Alya Nurshabrina, Peraih Mahkota Miss Indonesia 2018

Baca: Fakta Terbaru, Ada Bukti Rekaman Setya Novanto Siapkan Rp 20 Miliar Jika Berurusan dengan KPK

Baca: Mayat Pria Tua Tersebut Ternyata Penghuni RPTC Dinsos Nunukan, Ini Identitas Lengkapnya

Dengan alokasi dana sebesar itu, pemerintah berharap dapat memberdayakan masyarakat kampung dari segi kemajuan infrastruktur dan juga pemberdayaan masyarakat setiap kampung.  

Karena itu aparatur kampung diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya manusia dan bahan baku lokal dalam pembangunan infrastruktur kampung.

Baca: Usai Heboh Kartu Kuning untuk Jokowi, Kini Mahasiswa di Solo Beri Garis Merah, Ini Alasannya

Baca: Polisi Amankan Lebih 10 Ribu Meter Kubik Kayu Illegal di Perairan Nunukan

Halaman
123
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help