Lihat Langsung Permasalahan, Zairin akan Tinjau Proyek Mangkrak

Kelanjutan pembangunan proyek-proyek mangkrak yang ada di Kota Samarinda akan mendapat perhatian khusus dari Zairin Zain.

Penulis: Doan E Pardede | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Zairin Zain. 

SAMARINDA, TRIBUN - Kelanjutan pembangunan proyek-proyek mangkrak yang ada di Kota Samarinda akan mendapat perhatian khusus dari Penjabat (Pj) Walikota Samarinda, Zairin Zain. Rencananya, untuk melihat langsung permasalahan yang ada di lapangan dan mencari solusi terbaik, Pj Walikota, Zairin Zain, akan kembali meninjau langsung tiga proyek mangkrak, Senin (12/3).

Adapun proyek tersebut, yakni pembangunan jembatan Gunung Lingai, akses jalan tembus SMP 1 dan SMA 1 Samarinda dari Jalan Kadrie Oening ke Jalan AW Syahranie, serta proyek jalan dan jembatan di jalan poros Samarinda -Bontang. Baru-baru ini, Zairin juga sudah meninjau pembangunan beberapa pasar yang terhenti karena didera sejumlah permasalahan, diantaranya di kompleks Pasar Segiri dan Pasar Baqa.

Informasi yang dihimpun Tribun, Minggu (11/3), proyek jembatan Gunung Lingai ini sudah mulai dikerjakan sejak pertengahan tahun 2015 lalu, dengan waktu pekerjaan 150 hari kalender. Namun karena keuangan Pemkot Samarinda mengalami defisit, pembangunan tak bisa dilanjutkan. Fungsi jembatan ini sendiri sangat vital karena menghubungkan 4 kelurahan, yakni Sempaja Utara, Sempaja Timur, Sempaja Selatan dan Sempaja Barat.

Sementara untuk jalan tembus SMP 1 dan SMA 1 Samarinda dari Jalan Kadrie Oening ke Jalan AW Syahranie, sudah direncanakan sejak tahun 2012 lalu. Adanya jalan akses ini memang sudah sering disuarakan berbagai pihak. Karena kondisi jalan yang ada saat ini sangat tidak mendukung, sering timbul kemacetan parah. Awalnya, pembangunan jalan ini ditargetkan rampung tahun 2013 lalu dan sempat mundur hingga Januari 2014. .

"Itu kan macet setiap pagi, orang mengantar anak ke sekolah. Nanti kita siapkan jalan tembus ke Jalan AW Syahranie. Nanti kita tinjau, sudah ada rancangannya itu," ujar Zairin di Pelabuhan Pasar Pagi, Jumat (9/3).

Dan terakhir, pembangunan jalan dan jembatan di jalan poros Samarinda -Bontang. Jika jalan dan jembatan ini terbangun, penumpukan kendaraan di jalan poros ini, khususnya setelah Bandara Samarinda Baru (BSB) beroperasi, bisa terurai. "Jadi membangun jalan bebas hambatan dari Batu Besaung ke Sungai Siring," jelasnya.

Zairin menuturkan, jika pekerjaan lanjutan tidak terlalu berat, maka anggaran bisa dialokasikan di APBD Perubahan Kota Samarinda tahun 2018 mendatang. Namun jika cukup berat, maka mau tak mau harus dianggarkan di APBD Kota Samarinda tahun 2019 yang akan datang.

Menurut Zairin, dalam penyelesaian sebuah proyek, komunikasi juga memegang peranan penting. Dengan komunikasi, solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan bisa dicari.

Dan sebagai bentuk keseriusan untuk dalam hal mem-back up anggaran, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim ini akan membawa serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kaltim. "Kalau tidak ada komunikasi kita tidak tahu bahwa ada kegiatan-kegiatan yang terbengkalai," ujar Zairin. (dep)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved