Munas X GAPKI di Jakarta

Devisa Ekspor Sawit Nomor Satu, tapi Bikin Kemendag Enggartiasto Lukita Stress dan Deg-degan

Menteri Perdagangan menyatakan devisa dari ekspor sawit tertinggi bagi negara, akan tetapi dirinya mengaku stress dan degan-degan. Mengapa?

Devisa Ekspor Sawit Nomor Satu, tapi Bikin Kemendag Enggartiasto Lukita Stress dan Deg-degan
Tribun Kaltim
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpamitan kepada pengurus GAPKI saat meninggal acara Munas X GAPKI usai memberikan materi pembekalan, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (14/3). 

JAKARTA, TRIBUN-- Sampai akhir tahunini devisa negara dari  ekspor sawit menduduki nomor satu, baru setelah itu sektor pariwisata, "Namun secara jujur saya harus katakan bahwa komposisi ini tidak sehat bagiperekonomiankita. sawit menjadi tumpuhan pertmbuhan perekonomian Indonesia. Kita pernah bonanza  dari sektor migas ,dan ada waktu itu kita tidak banyak yang bisa kita perbuat dari hasil itu dan kita terlena," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ketika menjadi narasumber dalam Munas X Gabungan Pengusaha Sawit Indonsia (GAPKI) di Hotel Fairmont di Jakarta, Rabu (14/3).

"Saya melapor ke Bapak Presiden bahwa saya takut Pak! Bahwa dua komoditi ini memberikan konribusi yang besar. Ada kebahagiaan tapi juga ada kekhawatiran kalau komoditi dan manufaktur dan segala hasil turunannya tidak segera terangkat untuk memberikan keseimbangan," tuturnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpamitan kepada pengurus GAPKI saat meninggal acara Munas X GAPKI usai memberikan materi pembekalan, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (14/3).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berpamitan kepada pengurus GAPKI saat meninggal acara Munas X GAPKI usai memberikan materi pembekalan, di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (14/3). (Tribun Kaltim)

Baca: Komoditas Penting, Sawit Maju maka Perekonomian Rakyat dan Negara Berkembang Baik

Baca: Kapal Kandas, 60 Ton Buah Sawit Hanyut di Sungai Sebuku

Baca: Harga Minyak Sawit Mentah Bangkit

Jika, terjadi sesuatu, maka akan mengganggu perekonomian negara. Bukan berarti kelapa sawit akan dinomorduakan atau dianaktirikan atau bahkan diabaikan, "Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita bisa mengangkat sektor-sektor komoditi lainnnya," tutur Enggar.

Dalam situasi itulah, menurut Enggar, setiap denyut yang terjadi di kelapa sawit menyebabkan dirinya terganggu, "Saya stress! Terakhir dari Norwegia. Saya sudah minta kepada Kemenlu, menyangkut soal tata niaga ikan," kata Menteri Perdagangan. Pertertengahan  2017 lalu, Norwegia melakukan larangan impor CPO dari Indonesia.

Enggar menambahkan secara tegas akan melakukan band (larangan) ekspor ikan ke Norwegia, "Karena selama ini ekspor ikan bebas merdeka tanpa aturan. Saya coba akan band dulu, kita atur tidak bebas. Saya lapor ke Presiden, saya akan atur tata niaga ekspor ikan, kalau sudah baik akan saya lepas kembali," katanya disambut tepuk tangan.

Paparan Kemendag di Munas X GAPKI
Paparan Kemendag di Munas X GAPKI (ist)

Baca: Stabil: Disbun Wajib Selesaikan Konflik Tenurial Sawit Tepian Langsat

Baca: Warga Malaysia Paling Banyak Duduki Top Manajeman Perusahaan Sawit di Berau

Halaman
12
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help