Bentrokan Pecah Saat Ribuan Warga Gaza Berbaris di Dekat Perbatasan
Sebelum protes dimulai, seorang petani Palestina tewas akibat tembakan tank Israel di dekat perbatasan.
TRIBUNKALTIM.CO - Ribuan orang Palestina berbaris di dekat perbatasan Gaza-Israel pada hari Jumat, dalam protes besar yang menyebabkan bentrokan dengan pasukan Israel.
Dalam bentrokan tersebut, 50 warga Gaza terluka.
Dikutip dari laman The Telegraph, Jumat (30/3/2018), setidaknya ada 10 ribu warga Gaza yang berkumpul di titik berbeda di sepanjang perbatasan, seperti yang dilaporkan wartawan AFP.
Jumlah lebih kecil disebut hanya berjarak beberapa ratus meter saja dari pagar yang dojaga ketat militer Israel.
Sementara itu, tank dan penembak jitu Israel telah diposisikan di sisi lain perbatasan, militer Israel menggunakan gas air mata dan live fire untuk memaksa mundur para demonstran.
Lebih dari 50 orang terluka karwna tembakan api, kata Palang Merah Palestina.
Baca: Politisi PKB: Jokowi Akan Menang Kalau Lawan Prabowo, Tapi. . .
Sedangkan militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa ribuan orang Palestina melakukan kerusuhan di enam lokasi di sepanjang Jalur Gaza.
Mereka menggulingkan ban yang terbakar dan melemparkan batu ke pagar keamanan dan ke arah pasukan, yang akhirnya membuat militer Israel menanggapi dengan menggunakan alat penghalau kerusuhan dan menembakkannya ke arah penghasut utama dalam aksi protes tersebut.
Sebelum protes dimulai, seorang petani Palestina tewas akibat tembakan tank Israel di dekat perbatasan.
Militer Israel berdalih tembakan tank terjadi setelah dua tersangka mendekati pagar keamanan.
Aksi jalan tersebut dimulai dengan enam minggu kegiatan protes yang disebut 'The Great March of Return' terkait jelang peresmian kedutaan Amerika Serikat yang akan dipindahkan ke Yerusalem pada 14 Mei mendatang.
Diantara warga yang melakukan aksi protes itu, terdapat Ismail Haniya, seorang pemimpin gerakan Islam Hamas yang memantau kawasan Gaza.
Mengacu pada penderitaan para pengungsi Palestina yang berusaha untuk kembali ke tanah kelahiran mereka, setelah melarikan diri atau diusir sejak 1948 oleh Israel yang kini telah menguasai hampir seluruh tanah yang mereka miliki.
"Tidak ada alternatif untuk Palestina dan tidak ada solusi, kecuali untuk kembali," kata Ismail dalam pernyataannya seperti dikutip Telegraph.
Israel menuduh Hamas berusaha membangkitkan protes untuk mendorong terjadinya kekerasan.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bentrokan Terjadi Saat Ribuan Warga Gaza Berbaris Di Dekat Perbatasan Israel