Kuliner

Anti Mainstream Nih, Minum Dawet Pakai Sambal! Hanya Ada di Acara Khusus. . .

Ia menambahkan rajangan kubis, sejumput tauge, dan taburan seledri di atas dawet berkuah santan campur gula merah.

Anti Mainstream Nih, Minum Dawet Pakai Sambal! Hanya Ada di Acara Khusus. . .
KOMPAS.com/Dani Julius
Dawet sambal. Perbedaannya dengan dawet biasa, yakni dawet sambal berasa manis pedas. Aroma segar sayur tercium karena ada tambahan kubis, tauge, dan seledri. 

TRIBUNKALTIM.CO, KULON PROGO - Tukilah, nenek tua dengan keriput dalam, warga Dusun Clapar 2, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Ia berdiri di balik meja di pinggir jalan di Dusun Clapar 1 sambil sibuk memenuhi sebuah mangkuk bakso dengan racikan cendol dawet, santan, dan air gula kelapa.

Tapi, tunggu dulu. Racikan Tukilah belum selesai. Ia masih menambahkannya dengan racikan lain.

Ia menambahkan rajangan kubis, sejumput tauge, dan taburan seledri di atas dawet berkuah santan campur gula merah.

Baca: RESEP - Bosan dengan Pancake Biasa? Coba Bikin dengan Pisang dan Kacang, Rasanya Mantap!

Sentuhan terakhir, Tukilah menyendok sambal ke dalam mangkuk.

"Semene iki telung ewu (sebanyak ini Rp 3.000)," kata Tukilah.

Ia di situ menunggu dagangannya sepanjang Pesta Adat Nawu Sendang Sumber Rejo di Dusun Clapar.

"Dawet sambal namanya," kata Tukilah.

Ia sudah menjual penganan ini bertahun-tahun lamanya.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help