Pipa Minyak Pertamina Patah, Ini Hitungan Banyaknya Minyak Tumpah di Teluk Balikpapan

Putusnya pipa minyak bawah laut milik Pertamina menyebabkan kawasan Teluk Balikpapan tercemar minyak.

Pipa Minyak Pertamina Patah, Ini Hitungan Banyaknya Minyak Tumpah di Teluk Balikpapan
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Penyidik Polda dan tim Pertamina Region Kaltimantan memeriksa potongan pertama pipa Pertamina yang berhasil diangkat di atas Kapal Sea Haven di Perairan Teluk Balikpapan, Kamis (19/4/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Putusnya pipa minyak bawah laut milik Pertamina menyebabkan kawasan Teluk Balikpapan tercemar minyak. Diperkirakan ada 44 ribu barel minyak mentah atau 6.995.441 liter senilai kurang lebih Rp 41,8 miliar (1 barel:67,87 dollar) tumpah ke perairan Balikpapan pada akhir Maret lalu.

Perhitungan sementara ini terungkap saat rapat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI bersama direksi PT Pertamina (Persero) dan jajaran manajeman Pertamina di Balikpapan, Jumat (27/4).

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII Eni Saragih mempertanyakan seberapa banyak minyak mentah yang tumpah akibat putusnya pipa bawah laut dari Terminal Lawe-lawe ke kilang Balikapan. Menurut Eni, perhitungan jumlah minyak yang tumpah akan mempermudah menghitung berapa kerugian negara.

Baca: Perkiraan Awal, Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan Mencapai 44 Ribu Barrel

Budi Santoso Syarif, Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) menjelaskan, pihaknya telah menemui kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, soal berapa perkiraan awal tumpahan minyak tadi. Namun, karena tak mengetahui detail pasti, ia menyerahkan penejasan pada Edy Januari Utama, Manager Enginnering & Development Pertamina RU 5.

Menurut Edy, untuk menghitung jumlah minyak yang tumpah dari pipa bawah laut itu, dilakukan perhitungan berdasarkan perubahan keseimbangan massa dan laju air jumlah minyak dari tanki di terminal Lawe-lawe dan unit Kilang Balikpapan. Dari terminal itu, minyak mentah didorong oleh pompa turbin dengan katup melewati pipa sekitar 4,5 km di dasar Teluk Balikpapan melewati katup kedua di Balikpapan, dan didorong ke unit pengilangan.

"Untuk perkiraan awal yang kami sampaikan ke Dirjen Gakkum Kementerian LHK adalah 44 ribu barel minyak mentah. Kami sudah lakukan nilai perhitungan awal," ujar Edy.

Baca: Melihat Ruang Pusat Kendali Kilang Pertamina, Mau Masuk Sepatu pun Wajib Dilepas

Eni rupanya tak puas dengan penjelasan tersebut. Untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia, peralatan pengiriman dan sistem peringatan dini yang dimiliki perusahaan plat merah ini harus diperbaharui dengan yang lebih canggih, sehingga bisa menutup aliran otomatis jika terjadi kebocoran.

Menanggapi hal tersebut, Budi menjelaskan, sistem pengiriman dua pompa dari Terminal Lawe-lawe ke Balikpapan memiliki sistem proteksi diri sendiri.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help