Ratusan TKA Asal Tiongkok Bakal Masuk Kota Bontang, Ini Proyek yang Diincar

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) dikabarkan bakal masuk dan bekerja di proyek pembangunan PLTU kapasitas 2x100 MW

Ratusan TKA Asal Tiongkok Bakal Masuk Kota Bontang, Ini Proyek yang Diincar
tribunpontianak-galih nofrio nanda
Ilustrasi- Pekerja asing dari PTJieneng Electrical Power dan PT Bumi Nusantara saat diamankan Direktorat Reskrimum Polda Kalbar dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalbar 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) dikabarkan bakal masuk dan bekerja di proyek pembangunan PLTU kapasitas 2x100 MW, di Kelurahan Teluk Kadere, Bontang Lestari, tahun ini.

Informasi yang diterima Komisi I DPRD Bontang, tahapan kontruksi proyek PLTU tersebut akan mempekerjakan tidak kurang dari 400 TKA asal Tiongkok.

"Sudah banyak yang melapor ke kami, terkait rencana rekruitmen TKA secara besar-besaran di proyek PLTU Teluk Kadere," ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Bilher Hutahean, Selasa (8/5).

Baca: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ingin UNBK di Kaltim Tahun Depan Bebas Kendala Teknis

Menurut Bilher, isu terkait rekruitmen ratusan TKA di proyek PLTU tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, informasi yang dihimpun di lokasi proyek PLTU, bangunan untuk mess tempat tinggal TKA yang nantinya akan bekerja di PLTU sudah hampir rampung.

Selain itu, belajar dari pengalaman di sejumlah daerah yang juga jadi lokasi pembangunan PLTU dan melibatkan investor serta kontraktor dari China, terbukti banyak melibatkan pekerja asing asal negara mereka.

Bilher mendesak agar pemerintah dalam hal ini Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMTK-PTSP), meningkatkan pengawasan tenaga kerja di PLTU.

Ia juga mendesak agar pejabat yang menangani urusan tenaga kerja pro aktif berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kaltim, terkait perijinan TKA yang akan masuk ke Bontang.

Baca: Bocah Korban Bom Oikumene Berjuang Sembuhkan Tangan, Trinity Trauma masih Takut Api

"Saya minta Disnaker (DPMTK-PTSP) Bontang tidak tinggal diam mereka harus pro aktif mencari tahu soal bakal masuknya ratusan di PLTU, jangan sampai kita kecolongan," katanya.

Ia menuturkan, permasalahan tenaga kerja asing perlu mendapat fokus tersendiri. Sebab, jumlah pengangguran di Bontang tergolong tinggi. Tahun lalu, penggangguran terbuka di Bontang mencapai 7 ribu orang.

Karenanya sangat disayangkan jika peluang kerja yang tersedia justru diisi oleh TKA, terutama untuk jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus. "

"Yang jelas, kami akan menolak jika ada TKA non skill yang masuk dan bekerja di PLTU. Itu sama saja kita menutup peluang kerja warga Bontang," tuturnya.

Baca: Bukan Sebatas Bantu Modal, PNM: Kami Bantu Pelaku UMKM Kembangkan Usahanya

Lebih lanjut, Bilher mengaku akan memanggil Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) untuk mengklarifikasi terkait isu tersebut. Dirinya pun meminta agar pengawasan tenaga kerja asing diperketat. "Kami ingin memastikan pengawasan terhadap tenaga kerja diperketat. Tidak toleransi jika terjadi pelanggaran administrasi bagi TKA," pungkasnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help